Tribun

Demokrat Kritik Pertemuan Prabowo dan Megawati, Sebut Tak Pantas Adakan Pertemuan Politik di Istana

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng, memberikan tanggapan terkait pertemuan Prabowo, Megawati, dan Puan Maharani di Istana.

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Miftah
Demokrat Kritik Pertemuan Prabowo dan Megawati, Sebut Tak Pantas Adakan Pertemuan Politik di Istana
Ist
Pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri serta Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani di Istana Kepresidenan, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng, memberikan tanggapannya terkait pertemuan Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, dan Puan Maharani di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Andi pun membandingkannya dengan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono yang menurutnya tak pernah menggunakan Istana Kepresidenan untuk menggelar pertemuan politik dengan petinggi partai.

"Kalau di zaman Pak SBY, kegiatan politik kepartaian biasanya dilakukan di Cikeas," kata Andi, dilansir Kompas.com, Senin (22/11/2021).

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribunnews.com, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021). Andi Mallarangeng dalam kesempatannya menegaskan bahwa dipilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat bukan karena dirinya anak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melainkan karena Demokrat membutuhkan lokomotif baru yang berjiwa muda yang mampu bersaing di 2024. Tribunnews/Jeprima
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribunnews.com, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021). Andi Mallarangeng dalam kesempatannya menegaskan bahwa dipilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat bukan karena dirinya anak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melainkan karena Demokrat membutuhkan lokomotif baru yang berjiwa muda yang mampu bersaing di 2024. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca juga: PDIP-Gerindra Kian Mesra, Prabowo dan Megawati Bertemu, Bagaimana Nasib Ganjar untuk Pilpres 2024?

Andi juga merasa heran, mengapa pertemuan agenda politik tersebut bisa terjadi di Istana Negara, tanpa adanya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan Andi menyebut jika presiden saja tidak pantas melakukan pertemuan politik kepartaian di Istana Presiden.

"Bagaimana mungkin ada orang-orang yang bukan presiden menjabat, melakukan pertemuan politik kepartaian di Istana Presiden. Presiden saja tidak pantas melakukannya. Apakah sudah mendapat izin Presiden?" ungkap Andi.

Lebih lanjut Andi menerangkan mengapa Istana tidak boleh digunakan untuk pertemuan politik kepartaian.

Baca juga: Pertemuan Prabowo, Megawati, dan Puan Isyarat PDIP dan Gerindra Berkoalisi di 2024?

Hal itu dikarenakan, Istana Negara dan Istana Merdeka adalah simpol Lembaga Kepresidenan.

Sehingga sejak dulu Istana Kepresidenan tidak pernah digunakan untuk agenda politik kepartaian.

"Di situ Presiden RI berkantor, dan melakukan aktivitas kenegaraan. Sekaligus bisa juga menjadi tempat kediaman," terangnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas