Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hapus Postingan di Facebook, Yudha Mahasiswa yang Protes Dedi Mulyadi Tarik Ucapan Maaf?

Unggahan Facebook Yudha Dawami Abdas yang menuliskan permintaan maafnya kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menghilang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Hapus Postingan di Facebook, Yudha Mahasiswa yang Protes Dedi Mulyadi Tarik Ucapan Maaf?
Youtube Dedi Mulyadi
Mahasiswa yang memprotes kewenangan Dedi Mulyadi membersihkan sampah di Pasar Rebo, Purwakarta, Jawa Barat. 

Termasuk mempertanyakan apakah orang yang mengancam dan menerornya adalah para pendukung dari seseorang yang dia tuliskan dengan panggilan "kang".

"Seperti ini kah adab para pendukungmu kang? Mengancam dan meneror?," tulis Yudha.

Mahasiswa asal Purwakarta, Yudha Dawami Abdas (kanan), memprotes aksi anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, bersih-bersih pasar.
Mahasiswa asal Purwakarta, Yudha Dawami Abdas (kanan), memprotes aksi anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, bersih-bersih pasar. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Kendati mendapat berbagai ancaman, Yudha menegaskan hal itu sama sekali tak membuatnya ciut.

"Ancaman apapun, saya tidak akan pernah takut. Allah Maha Pelindung," dituliskan Yudha di akun Facebooknya.

Yudha juga mengaku masih belum bisa berbicara kepada media terkait kasus ini lantaran dia tak mau dianggap pansos.

"Buat akang wartawan yang udah hubungi saya, maaf belum bisa terima tawaran wawancara livenya.
Saya masih belum bisa kontak sama siapa2. Kalau saya terima nanti dikira pansos," tulis Yudha.

Dalam salah satu postingan pada Jumat kemarin, Yudha tampak mempertanyakan mengapa begitu banyak netizen yang membencinya.

Baca juga: Mahasiswa yang Pertanyakan Kompetensi Dedi Mulyadi Punguti Sampah Akhirnya Buka Suara: Saya Panik

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, dia menyebut saat memprotes Kang Dedi sama sekali tak menyatakan sesuatu yang mengandung SARA apalagi sampai nmelanggar hukum.

"Mengapa mereka membenci saya?

Apa yang salah dengan kami?

Adakah yang aku katakan hingga membuat hati ini sakit?

Apakah saya mengatakan sesuatu dalam video yang menyinggung ras, agama, dan kefanatikan?

Apakah ada tindakan kriminal dari kami?

Mengapa banyak orang harus melawanku?

Dalam video saya, saya tidak banyak bicara.. Mengapa banyak di luar sana yang membenci?

Sumber: TribunJakarta
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas