Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dewan Syura PKB: Muliakan Guru dan Jangan Dizalimi

Besarnya jasa guru membuat antusiasme publik Tanah Air begitu tinggi dalam merayakan hari guru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Dewan Syura PKB: Muliakan Guru dan Jangan Dizalimi
istimewa
Wakil Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap tanggal 25 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Guru Nasional yang juga bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Besarnya jasa guru membuat antusiasme publik Tanah Air begitu tinggi dalam merayakan hari guru.

Sayangnya persoalan yang membelit guru seperti tak pernah selesai.

Kesejahteraan guru masih jadi masalah utama, apalagi nasib para guru honorer.

Padahal, kata Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq, keberhasilan pendidikan di Indonesia tidak hanya diukur dari keberhasilan peserta didiknya saja, tapi sampai sejauh mana nasib para pendidik dalam mendapatkan hak-haknya sebagai seorang guru.

"Di hari guru ini kita harus mengingatkan bahwa tidak boleh ada kezaliman kepada guru baik dari pemerintah, yayasan-yayasan pendidikan, dan kita masyarakatnya," begitu harapan KH Maman Imanulhaq pada peringatan Hari Guru, Kamis (25/11/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Kiai Maman yang juga Anggota DPR RI Komisi VII ini, guru memiliki hak untuk meningkatkan karier profesionalnya baik jabatannya, karier strukturalnya, termasuk juga kenaikan pangkat.

Guru, katanya, tidak sekedar disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, mereka juga butuh ruang intelektualitas, ruang kreativitas.

Para guru perlu didorong untuk memiliki kesempatan dan kesejahteraan yang lebih tinggi.

"Tahukah kita bahwa guru honorer masih ada yang mendapatkan honor Rp150.000 perbulan, paling besar Rp300.000 perbulan," imbuh Kiai Maman.

Menurut Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi, bagaimana mungkin Indonesia bisa meningkatkan kualitas dari pendidikan kalau guru-gurunya saja terzalimi.

Baca juga: Momen Guru SD Nadiem Makarim Cerita Kebiasaannya Selama Sekolah

Ia kemudian mengutip pendapat dari Prof. Dr. Yuda Munajat yang menyebutkan empat poin penting soal peningkatan kesejahteraan guru.

Yang pertama, kata Kiai Maman, harus hilangnya kendala administratif yang dihadapi oleh para guru dalam meningkatkan karirnya, dalam meningkatkan status jabatannya. 

Saat ini, para guru kesulitan untuk terus menerus mengisi panduan-panduan saat mengajar, padahal yang dibutuhkan adalah justru para guru mendapat waktu belajar, mereka mampu menambah ilmu pengetahuan yang bisa ditransfer kepada anak-anak didiknya. Kendala administratif itu yang harus dipangkas. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas