Tribun

Jokowi: Pengembangan Iptek, Inovasi Kewirausahaan dan Berkelanjutan Kunci Negara Maju

Jokowi berharap perspektif technopreneur atau kewirausahaan berbasis teknologi yang selama ini menjadi keunggulan UMN penting untuk diperkuat.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
Jokowi: Pengembangan Iptek, Inovasi Kewirausahaan dan Berkelanjutan Kunci Negara Maju
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan dalam Webinar Kebangsaaan dan Dies Natalis 15 Tahun UMN yang disiarkan kanal YouTube Universtitas Multimedia Nusantara, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap perspektif technopreneur atau kewirausahaan berbasis teknologi yang selama ini menjadi keunggulan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) penting untuk diperkuat.

Pasalnya, Jokowi menilai hal tersebut melatih mahasiswa untuk memecahkan sejumlah masalah dengan memanfaatkan teknologi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam Webinar Kebangsaaan dan Dies Natalis 15 Tahun UMN yang disiarkan kanal YouTube Universtitas Multimedia Nusantara, Kamis (25/11/2021).

"Melatih mahasiswa untuk memecahkan masalah sosial, masalah kemanusian, dan masalah kebangsaan dengan memanfaatkan teknologi secara inovatif dan berkewirausahaan dengan perspektif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Berharap UMN Mengantisipasi Perkembangan Masa Depan dan Mengembangkan Teknologi Pendidikan  

Baca juga: KPK Telusuri Kongkalikong Abdul Wahid-Maliki Tentukan Penggarap Proyek di HSU

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan, pengembangan iptek dan inovasi yang berwawasan kewirausahaan dan berkelanjutan adalah kunci untuk menjadi negara maju. 

"Kita harus secepatnya keluar dari jebakan pengekspor bahan mentah dan secepatnya memperkokoh industrialisasi hijau, memanfaatkan green technology," ucap Jokowi.

Selain itu, langkah pembangunan harus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja yang semakin banyak menurunkan angka pengangguran dan juga sekaligus menekan angka kemiskinan. 

Baca juga: Hari Guru Nasional, Puan Dorong Guru Honorer Dimudahkan Jadi ASN

Menurut Jokowi, pekerjaan besar ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. 

Maka, Kepala Negara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kontribusinya.

Terutama, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri dan masyarakat luas menjadi sangatlah penting

"Kita butuh para peneliti dan ilmuwan hebat, tetapi kita butuh para entrepreneur, para technopreneur yang sangat banyak, yang merintis diri menjadi industriawan hebat dan menjadikan indonesia menjadi negara industri yang berpengaruh," ujar Jokowi.

"Saya berharap perguruan tinggi di seluruh indonesia untuk semakin serius bergerak ke arah ini dengan jumlah mahasiswa di Indonesia yang sekitar 8 juta orang akan menjadi kekuatan besar untuk menggerakkan transformasi Indonesia," jelasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas