Tribun

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini BMKG Kamis 2 Desember 2021: Waspada 18 Wilayah Hujan Lebat Disertai Angin

BMKG telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok, Kamis (2/12/2021) waspada 18 wilayah mengalami hujan lebat disertai angin.

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Peringatan Dini BMKG Kamis 2 Desember 2021: Waspada 18 Wilayah Hujan Lebat Disertai Angin
Pixabay/Pexels
Ilustrasi Prakiraan Cuaca (Pixabay/Pexels) - Simak informasi BMKG peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok, Kamis (2/12/2021) waspada 18 wilayah mengalami hujan lebat disertai angin. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk besok, Kamis (2/12/2021).

Dilansir web.meteo.bmkg.go.id, Siklon Tropis "NYATOH" terpantau di Samudra Pasifik Barat sebelah Timur Filipina yang bergerak ke arah Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia.

Sistem ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Laut Sulawesi bag Utara.

Sistem ini juga menginduksi kecepatan angin di sekitarnya (low level jet) hingga mencapai lebih dari 25knot yang mampu meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang di sekitar wilayah low level jet tersebut.

Bibit Siklon Tropis 94W terpantau di Barat Laut Aceh yang bergerak ke arah barat-barat laut juga menjauhi wilayah Indonesia.

Sistem ini membentuk daerah konvergensi yang memanjang di perairan Utara Aceh dan dari Sumatera Utara hingga Aceh, yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sistem dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Kamis, 2 Desember 2021: Waspada DKI Jakarta dan Bali Hujan Lebat

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Besok Kamis 2 Desember 2021: Waspada Cuaca Ekstrem di 31 Wilayah Indonesia

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 92S juga terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung yang bergerak ke arah tenggara.

Sistem ini membentuk daerah konvergensi yang memanjang di perairan barat Bengkulu-Lampung dan daerah konfluensi di Pesisir Barat Sumatera.

Sistem ini juga menginduksi kecepatan angin di sekitarnya (low level jet) hingga mencapai lebih dari 25 knot yakni di Samudera Hindia sebelah Barat Daya Banten yang mampu meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang di sekitar wilayah low level jet tersebut.

Sirkulasi Siklonik juga terpantau di perairan Selatan Jawa Timur - Bali dan di Maluku yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah, di Laut Seram dan di Papua Barat.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas