Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Sering Jatuh Korban, Ketua Komisi X DPR Minta Diksar Menwa Dievaluasi

Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) kembali meminta korban. Kali ini menimpa Fauziah Nabila.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sering Jatuh Korban, Ketua Komisi X DPR Minta Diksar Menwa Dievaluasi
Ist
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) kembali meminta korban.

Kali ini menimpa Fauziah Nabila.

Mahasiswa UPN Veteran Jakarta ini harus merenggang nyawa setelah mengikuti long march sejauh 15 kilometer di Kawasan Bogor, Sabtu (30/11/2021) lalu.

“Setelah dua bulan lalu mahasiswa UNS Solo yang harus kehilangan nyawa, kini mahasiswa UPN Veteran yang jadi korban. Kami meminta ada evaluasi menyeluruh dari Kemendikbud Ristek terkait dengan kegiatan Diksar Menwa ini, sehingga ke depan tidak lagi jatuh korban,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda kepada pers, Rabu (1/12/2021).

Jika ditarik ke belakang, dia mengatakan hampir setiap tahun ada korban meninggal dalam kegiatan Diksar Menwa.

Baca juga: UPN Veteran Jakarta Beberkan Kronologi Meninggalnya Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Tahun 2015 misalnya mahasiswi UGM Piky Puspitasari tewas pada hari kedua Diksar karena kelelahan.

Di tahun 2019, Muhammad Akbar dari Universitas Taman Siswa Palembang meninggal karena diduga senior saat mengikuti Diksar.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada tahun yang sama, mahasiswa Universitas Jayabaya Bagaskara juga meninggal saat mengikuti Diksar Menwa.

“Selama 2020 tidak ada korban karena bisa jadi Diksar Menwa tidak dilakukan karena pandemi Covid-19. Namun di tahun ini hingga bulan Oktober sudah ada tiga korban tewas yakni Nailah Khalisah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, lalu Gilang Efendi Saputra dari Universitas Negeri Surakarta (UNS), dan terakhir Fuaziah Nabila dari UPN Veteran yang meninggal setelah mengikuti Diksar Menwa,” urainya.

Huda menyatakan tidak ada yang salah aktivitas Menwa sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di kampus.

Menwa seperti lembaga penerbitan mahasiswa, lembaga penelitian mahasiwa, atau pecinta alam mempunyai hak yang sama untuk beraktivitas sebagai organisasi intra kampus.

“Kendati demikian harus ada perhatian khusus karena terbukti ada rentetan peristiwa dalam proses Diklatsar Menwa yang sampai merengut korban jiwa,” katanya.

Kemendikbud Ristek, lanjut Huda baiknya melakukan moratorium sementara kegiatan Diksar Menwa di seluruh kampus di Indonesia.

Sembari dilakukan evaluasi baik terkait materi, kualifikasi trainer, hingga supporting system pelaksanaan Diksar Menwa yang memang menguras fisik.

“Kenapa harus Kemendikbud Ristek yang turun tangan karena kasus jatuhnya korban nyawa dalam Diksar Menwa ini terjadi acak di berbagai kampus di Indonesia, sehingga harus ada evaluasi terpadu yang dikoordinir oleh Kemendikbud Ristek,” ujarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas