Tribun

Bamsoet: Minta Dibubarkan Tidak Relevan, MUI Diperlukan Untuk Jaga Kerukunan Umat Beragama

Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 dari Worldwide Quality Assurance

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bamsoet: Minta Dibubarkan Tidak Relevan, MUI Diperlukan Untuk Jaga Kerukunan Umat Beragama
TRIBUNNEWS.COM/IST/HO
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKHSA) Bambang Soesatyo meresmikan Indoor Shooting Range Fajar Semesta Abadi Raya (FASAR), yang terletak di daerah Pecenongan, Jakarta. Sebagai lapangan tembak indoor pertama di Indonesia yang khusus digunakan untuk latihan menembak bagi pemilik izin senjata api bela diri. "Luas lapangan menembak sekitar 10x20 meter. Sarana dan prasarananya sangat memadai sebagai tempat mengasah keterampilan menembak bagi para pemilik izin khusus senjata api bela diri. Sebelum mendapatkan izin, para pemilik senjata api untuk bela diri ini sudah terlebih dahulu melalui berbagai tahapan ujian sesuai ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2015. Sehingga sudah terjamin memiliki keterampilan menembak. Namun bukan berarti setelahnya tidak perlu melakukan latihan," ujar Bamsoet usai meresmikan Indoor Shooting Range FASAR (Fajar Semesta Abadi Raya), Kamis (2/12/2021) di Jakarta. //IST/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 dari Worldwide Quality Assurance (WQA).

Bamsoet menyerukan agar MUI tetap dipertahankan untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. 

"Adanya berbagai kritikan agar MUI dibubarkan, kini menjadi tidak relevan. Karena buktinya MUI telah menjalankan roda organisasi secara profesional sesuai standar internasional," ujar Bamsoet melalui keterangan tertulis, Rabu (8/12/2021).

Menurut Bamsoet, MUI memiliki peran vital dalam menjaga keberagaman bangsa Indonesia. 

"Keberadaan MUI tidak hanya diperlukan oleh kalangan pemeluk agama Islam, melainkan juga diperlukan bagi bangsa dan bernegara untuk menjaga kerukunan umat beragama," tambah Bamsoet.

Dirinya sepakat dengan pandangan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar bahwa MUI harus mendorong terwujudnya dakwah tanpa mengejek. 

MUI kembali meraih sertifikat ISO 9001:2015 dari badan sertifikasi dunia Wordwide Quality Assurance (WQA) UK Limited.
MUI kembali meraih sertifikat ISO 9001:2015 dari badan sertifikasi dunia Wordwide Quality Assurance (WQA) UK Limited. (Istimewa)

Baca juga: LPPOM MUI Bantah Tuduhan Raup Triliunan Rupiah dari Sertifikasi Halal

Menurutnya, sertifikat ISO 9001:2015 merupakan bentuk pengakuan internasional kepada MUI yang telah menerapkan manajemen mutu sesuai standar internasional.

"Sertifikat ISO 9001:2015 bisa meningkatkan kepercayaan umat, bahkan dunia internasional terhadap MUI. Sekaligus menjadi pendorong bagi MUI untuk terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, dalam penerapan ISO 9001-2015, MUI telah melaksanakan audit internal dan audit eksternal. 

Keduanya merupakan wujud check and balance yang diperlukan dalam organisasi modern. 

"Sebagai organisasi yang sebagian operasionalnya dibiayai dengan dana APBN dan dana publik, MUI telah mematuhi UU No. 14 tahun 2004 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Penting untuk diingat, Sertifikat ISO 9001:2015 tidak boleh membuat MUI terlena," pungkas Bamsoet. 

Berbagai perbaikan, menurut Bamsoet tetap harus dilakukan MUI. Khususnya dalam mendorong perwakilan MUI di berbagai daerah agar juga menerapkan Standar ISO 9001:2015.
 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas