Tribun

Artis dan Suami Terjerat Narkoba

Hakim Curiga Proses Rehabilitasi Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Bermasalah

Rehabilitasi yang dilakukan terdakwa kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, Nia Ramadhani bersama suaminya Ardie Bakrie.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Hakim Curiga Proses Rehabilitasi Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Bermasalah
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu atas terdakwa Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie bersama Zein Vivanto (sopir pribadinya), di Pengadilan Negeri akarta Pusat, Kamis (9/12/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menduga, proses rehabilitasi yang dilakukan terdakwa kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, Nia Ramadhani bersama suaminya Ardie Bakrie, serta sopir pribadi Zein Vivanto bermasalah.

Dalam dugaannya Hakim menyatakan, kegiatan rehabilitasi yang dilakukan oleh Panti Rehabilitasi For All Nations (FAN) CAMPUS, Bogor, Jawa Barat terindikasi malproses.

Dugaan itu, dilayangkan Hakim Ketua PN Jakarta Pusat Muhammad Damis kala mencecar Direktur Program Panti Rehabilitasi FAN CAMPUS Hendra Haeruman terkait kelengkapan assesment terpadu sebagai syarat seseorang menjalani rehab.

"Saya tanyakan, assesment ini assement terpadu bukan? Paham gak sodara siapa-siapa komponen yang ada pada proses assesment terpadu?" tanya Hakim Damis dalam persidangan, Kamis (9/12/2021).

Merespons pertanyaan itu, Hendra menyebut kalau syarat untuk assement terpadu yakni harus ada hasil assement dari jaksa, dokter, penyidik, dan pihak BNN.

Namun kata Hendra, untuk perkara Nia dan Ardie ini, syarat assesment nya tidak lengkap, sebab pihaknya tidak menerima assement dari jaksa.

Baca juga: Saksi Psikolog: Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie Merasa Kelelahan Atas Kasus Hukum yang Menjeratnya

"Tidak ada (assement jaksa tapi ketiga terdakwa) itu sudah dimulai rehabilitasi?" tanya Damis.

"Kita baru assesment dulu," ucap Hendra yang langsung dipotong oleh Hakim Damis.

"Tadi (saksi) sudah mengatakan, ketiga itu sudah rehabilitasi. Gimana pak? Ini yang penting," ucap Damis secara tegas.

Menanggapi hal itu, Damis langsung mencecar Hendra karena diketahui yang bersangkutan merupakan pihak yang turut serta mengurus proses assement tersebut.

Padahal seharusnya hal itu, bukan ranah Hendra selaku pihak panti rehabilitasi.

Atas hal itu, hakim secara tegas menanyakan kembali ke Hendra karena menduga program rehabilitasi ini bermasalah.

"Saya tanya, kewenangan itu ada pada saudara gak? Melakukan assesmen?" tanya Hakim Damis.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas