Tribun

Gandeng Pakar Kreatif Indonesia, Creative EdTech Ini Luncurkan Enam Program Terbaru

Semesta Akademi, menggandeng para pakar industri kreatif di Indonesia, untuk berkolaborasi menjawab tantangan dinamika industri kreatif

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Sanusi
zoom-in Gandeng Pakar Kreatif Indonesia, Creative EdTech Ini Luncurkan Enam Program Terbaru
ist
Mengusung konsep interaktif, Creative EdTech Semesta Akademi meluncurkan enam program baru di bidang industri kreatif 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasiolan Eko P

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Creative EdTech, Semesta Akademi, menggandeng para pakar industri kreatif di Indonesia, untuk berkolaborasi menjawab tantangan dinamika industri kreatif dan persaingan antara talenta lokal dengan global.

Mengusung konsep interaktif, sejumlah pihak yang digandeng itu terdiri dari seperti Wahana Edukasi (Storytelling & Scriptwriting), Maudy Ayunda (Creative Leadership), Thinking Room (Visual Design & Branding), Desy Bachir (Branding & Marketing Foundations), Agung Hapsah (Creating High Quality Content for Business), dan INFIA (Social Media & Intellectual Property).

Baca juga: Kemenkominfo: Tingkat Literasi Digital Indonesia Mengalami Peningkatan di 2021

“Tahun kemarin (2021), Semesta Akademi sudah membangun fondasi, berkolaborasi dengan pelaku dan pakar industri serta menyusun program yang memiliki relevansi tinggi dengan target audiens. Kami juga sudah melalui banyak trial and error untuk menemukan formula pembelajaran terbaik yang efektif dan efisien. Maka di tahun 2022 ini, kami siap melangkah lebih jauh, membuka pintu seluas-luasnya untuk berkolaborasi, baik dengan talenta kreratif, maupun korporasi,” ungkap Steven Koesno selaku Co-Founder & CEO Semesta Akademi dalam keterangannya, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Legislator Golkar Usulkan Pembahasan RUU BUMN Ditunda

Dijelaskan, berdasarkan data dari laporan OPUS Ekonomi Kreatif 2020, subsektor ekraf berkontribusi sebesar Rp 1.211 triliun kepada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka tersebut merupakan peningkatan dari tahun 2019 yang berkontribusi sebesar Rp1.105 triliun.

Melihat angka tersebut, menunjukkan bahwa industri kreatif di Indonesia terus berkembang pesat, sehingga perlu didorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Pada dasarnya, industri kreatif ini akan menjadi salah satu fondasi perekonomian Indonesia, sehingga perlu dikembangkan secara terus menerus.

Inilah yang kemudian mendorong terbentuknya Semesta Akademi yang dibangun atas 4 pilar, yaitu Creative Fundamentals, Creative Branding & Marketing, Creative Business, dan Creative Media & Entertainment,

"Bagi kamii, menumbuhkan ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan memerlukan sebuah wadah atau platform yang mempertemukan creative talents dengan industry experts agar dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan mendalam lewat sesi belajar-mengajar yang lebih interaktif," kata dia.

Konsep ini diterapkan pada format praktisi mengajar langsung partisipan (Live Session with Industry Expert).

Baca juga: Perusahaan Insurtech Ajak Tenaga Pemasar Tingkatkan Inklusi Keuangan

Tujuannya adalah dalam setiap sesi interaktif ini akan dapat merumuskan inovasi dan solusi yang lebih berkelanjutan untuk ekosistem industri di masa mendatang.

Selain itu tersedia juga format belajar menggunakan video interaktif (On-Demand Interactive Video) di mana para partisipan hanya perlu menyaksikan video untuk belajar intensif.

Steven menjelaskan, pihaknya meyakini, pembelajaran kreatif bisa terbentuk karena melibatkan interaksi dan kolaborasi antara anggota komunitas sehingga menciptakan ekosistem suportif dan solid. Mendukung hal tersebut,

"Semesta Akademi menghadirkan berbagai fitur, seperti Community Based Discussion Centric untuk membangun interaksi ramah dan bonding kuat antara pelaku dan pakar kreatif, Community Learning yang merupakan sesi khusus untuk peserta berdiskusi santai bersama para pakar mengenai materi yang sedang dipelajari atau tantangan yang dihadapi. Ada juga Daily Tutor Assistance merupakan sesi interaktif harian dengan tutor, dan Weekly Challenge and Project. Berbagai fitur ini bertujuan untuk membangun komunikasi lebih harmonis antara anggota komunitas industri kreatif, bahkan membuka kesempatan kolaborasi profesional di luar Semesta Akademi," kata Steven.

“Kami berharap dengan adanya Semesta Akademi dan berbagai program yang kami luncurkan tahun ini akan bisa membantu para pelaku dan calon pelaku kreatif untuk terus mengembangkan diri untuk menjadi talenta yang berkualitas, sehingga pada akhirnya dapat membawa terobosan baru bagi industri kreatif Indonesia dan dunia yang lebih luas,” ungkap Steven.

Antusiasme yang tinggi juga diutarakan oleh Gina S Noer selaku kolaborator dalam program Storytelling & Scriptwriting.

“Mewakili Wahana Edukasi, saya tidak sabar untuk bertemu dengan talenta-talenta kreatif berbakat, berkolaborasi dengan mereka, serta bertukar ilmu dan pengalaman terutama mengenai bidang Storytelling dan Scriptwriting. Saya meyakini proses pembelajaran di Semesta Akademi tidak hanya berlangsung satu arah, sehingga pasti banyak insights yang dibutuhkan untuk keberlangsungan industri kreatif ini. Pada akhirnya, dunia kreatif, termasuk film, tentu membutuhkan lebih banyak fresh minds,” tutur Gina.

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas