Tribun

Penanganan Covid

Praktik Mafia Karantina Ikut Mencoreng Sektor Pariwisata, Sandiaga: Jangan Dirusak!

Dugaan praktik mafia karantina ikut mencoreng sektor pariwisata Sandiaga tegaskan untuk jangan rusak citra dan akan menindak tegas.

Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Praktik Mafia Karantina Ikut Mencoreng Sektor Pariwisata, Sandiaga: Jangan Dirusak!
ist
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno kembali menegaskan kasus dugaan mafia karantina terhadap WNA bukan masalah miskomunikasi.

Sandiaga menyampaikan, berkali-kali ia mendapatkan laporan yang sama terkait karantina ini.

Tentunya hal itu akan mencoreng nama baik Indonesia, terlebih pada sektor pariwisata. 

"Tegas saya sampaikan bahwa ini bukan miskomunikasi. Barkali-kali saya mendapat laporan yang sama, yang dapat mencoreng nama baik Indonesia, khusunya pariwisata," tulis Sandiaga dalam akun Instagram pribadinnya, Selasa (1/1/2022).

"Lapangan kerja dan ekonomi di sektor pariwisata kini sudah bangkit kembali. Kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu sudah benar-benar dirasa masyarakat. Jangan dirusak! Kami tidak segan untuk menindak tegas." tulis Sandiaga. 

Instagram Saniaga Uno
Sandiaga uno tegaskan soal mafia karantina

Baca juga: Sandi Tegaskan Permainan Karantina Bukan karena Miskomunikasi, Akui Banyak dapat Laporan yang Sama

Baca juga: Pengamat Sebut Tata Kelola Karantina Covid-19 Buruk, Ini Tiga Faktor Penyebabnya

Seperti diketahui, Sandiaga sempat mengungkap adanya informasi terkait dugaan adanya mafia karantina terhadap WNA.

Mafia karantina atau oknum yang mengambil keuntungan di balik aturan karantina hotel untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Hal ini terungkap dari unggahan Instagram pribadi Menparekraf Sandiaga Uno.

Sandiaga mengungkapkan, ada seorang warga negara asing asal Ukraina yang mengeluh soal karantina di salah satu hotel di Jakarta.

Seorang turis asal Ukraina yang membawa serta anak perempuannya itu diketahui akan berwisata ke Bali.

Akan tetapi pada hari terakhir karantina atau sebelum diizinkan keluar dari hotel di Jakarta, timbul masalah.

Turis ini mengeluh karena hasil tes PCR pada akhir karantina dinyatakan positif Covid-19.

"Di hari terakhir karantina, di salah satu hotel di Jakarta, mereka mendapat kabar bahwa tes PCR yang mereka ambil sebelum meninggalkan hotel menunjukkan hasil 'positif'," tulis Sandiaga dalam akun Instagramnya, Sabtu (29/1/2022).

Baca juga: Soal Permainan Karantina, Pengamat Minta Pemerintah Benahi Sistem Tata Kelola

Hal ini tentunya akan berdampak pada masa karantina yang lebih lama.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas