Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejarah dan Makna Hari Raya Nyepi 3 Maret 2022 Tahun Baru Saka 1944

Hari Raya Nyepi jatuh pada hari ini, Kamis (3/3/2022), simak sejarah dan makna perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sejarah dan Makna Hari Raya Nyepi 3 Maret 2022 Tahun Baru Saka 1944
AFP/REZAS
Umat Hindu mengarak patung raksasa Ogoh-ogoh di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/3/2022). Kegiatan tersebut sebagai bagian dari ritual doa Tawur Agung Kesanga menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis (3/3/2022). AFP/REZAS 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini sejarah dan makna perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944, lengkap dengan ucapan selamat Hari Raya Nyepi 2022.

Hari Raya Nyepi jatuh pada hari ini, Kamis (3/3/2022).

Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka.

Dikutip dari laman Indonesia Baik, Tahun Baru Saka memiliki makna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional.

Setiap tahunnya, umat Hindu merayakan pergantian Tahun Saka yang dilakukan dengan cara Nyepi selama 24 jam.

Baca juga: Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok Ditutup Sementara Saat Perayaan Nyepi

Baca juga: 50 Twibbon Hari Raya Nyepi 2022, Berikut Cara Mudah Mengunggahnya di Media Sosial

Hari Nyepi jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.

Untuk itu, umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu akan berdiam diri dan tidak melakukan kegiatan seperti biasa.

Selain itu, pada saat Nyepi juga tidak ada aliran listrik, tidak menyalakan api, dan tidak melakukan aktivitas fisik.

Sejarah Hari Raya Nyepi

Dikutip dari laman Pemkot Denpasar, Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Adapun Agama Hindu berasal dari India.

Sebelum Masehi, kondisi di India sering diwarnai dengan pertikaian yang panjang antara suku bangsa yang memperebutkan kekuasaan sehingga penguasa (Raja) yang menguasai India silih berganti, yakni dari berbagai suku Pahlawa, Yuehchi, Yuwana, Malawa, dan Saka.

Di antara suku-suku itu yang paling tinggi tingkat kebudayaanya adalah suku Saka.

Ketika suku Yuehchi di bawah Raja Kaniska berhasil mempersatukan India maka secara resmi kerajaan menggunakan sistem kalender suku Saka.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas