Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ekonom: Beban Pertamina Bertambah Jika Harga Pertamax Tidak Naik

PT Pertamina masih mengkaji penyesuaian harga produk BBM Pertamax menyusul tren kenaikan harga minyak mentah dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sanusi
zoom-in Ekonom: Beban Pertamina Bertambah Jika Harga Pertamax Tidak Naik
Istimewa
Petugas SPBU Pertamina mengisikan bahan bakar minyak jenis Pertamax ke kendaraan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Pertamina masih mengkaji penyesuaian harga produk BBM Pertamax menyusul tren kenaikan harga minyak mentah dunia.

Sebelumnya, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina Irto Ginting mengungkapkan, pihaknya kini masih melakukan kajian.

"Untuk Pertamax masih kita review," ungkap Irto.

Wajar

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax seperti yang telah dilakukan perusahaan lain terhadap produk sejenis dinilai wajar dilakukan PT Pertamina (Persero).

Rekomendasi Untuk Anda

Pasalnya, Pertamax adalah termasuk BBM yang tidak disubsidi Pemerintah sehingga dapat mengikuti harga pasar. Dari empat jenis BBM nonsubsidi, memang baru tiga jenis BBM yang harganya sudah disesuaikan, yaitu Pertamax Turbo, Pertade, dan Dexlite, dimana volume penjualannya hanya 3 persen saja.

Sedangkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, yang volumenya sekitar 14 persen, saat ini dijual Rp 9.000 per liter. Harga tersebut sudah bertahan sejak lebih dari dua tahun lalu. Padahal produk BBM sejenis Pertamax dengan kadar oktan (RON) 92 dari perusahaan lain dijual sekitar Rp 11.900-Rp 12.990 per liter.

Kepala Ekonomi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David E Sumual, mengatakan untuk menyesuaikan harga Pertamax, bisa dengan membandingkan dengan pesaing Pertamina. Misalnya produk BBM RON 92, pesaing Pertamina sudah mirip dengan harga market.

“Pertamax dan Pertalite kan tidak dalam posisi harga minyak sekarang,” ujarnya, Kamis (17/3/2022).

Menurut David perbedaan harga Pertamax - Pertalite dengan harga market sekitar 20 dolar AS-40 dolar AS per barel, bergantung pada pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, yakni saat ini antara Rp 14.200-Rp 14.400 per dolar AS.

“Harga Pertamax-Pertalite memang wajar untuk dinaikkan, apalagi produk sejenis dari perusahaan lain sudah dinaikkan,” katanya.

Namun, pemerintah melalui Pertamina sudah memutuskan bahwa harga Pertalite masih tetap dipertahankan stabil.

Selain Pertalite, harga Solar Subsidi tidak berubah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas