Erick Thohir Disebut Sosok 'Bertangan Dingin' Bisa Ikut Pilpres 2024
Menurut Said, kinerja profesionalitas Erick Thohir tidak diragukan lagi untuk bisa memimpin bangsa ini kedepannya.
Penulis:
Vincentius Jyestha Candraditya
Editor:
Hasanudin Aco
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dinilai layak tampil dan maju di pemilihan presiden (Pilpres) Tahun 2024 mendatang, baik sebagai calon presiden (Capres) maupun Wakil Presiden (Wapres).
Ketua Umum DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Said Aldi Al Idrus, menilai Erick Thohir merupakan wajah baru yang berasal dari kalangan profesional, bukan dari partai politik (Parpol).
"Menteri BUMN Erick Thohir sangat layak maju di Pilpres 2024 mendatang, baik sebagai Capres maupun Cawapres. Beliau sosok ‘bertangan dingin’ yang hadir dengan membawa solusi untuk negara ini. Selain itu, Pak Erick Thohir juga bukan berasal dari Parpol, melainkan dari kalangan profesional. Dan tentunya wajah baru yang maju di Pilpres mendatang," ujar Said Aldi dalam siaran persnya, Senin (4/4/2022).
Baca juga: Survei Indikator Politik: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Disusul Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan
Hal ini dikatakan Said Aldi merespon simulasi sejumlah nama dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang tetap memasukkan nama Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Capres maupun Cawapres potensial.
Said Aldi mengungkapkan, Erick Thohir adalah sosok pengusaha sukses yang memiliki banyak prestasi dalam membangun bangsa Indonesia.
Sehingga dia mengklaim kinerja profesionalitas Erick Thohir tidak diragukan lagi untuk bisa memimpin bangsa ini kedepannya.
Sebelumnya, nama Menteri BUMN Erick Thohir selalu masuk di Lembaga Survei Indikantor Politik Indonesia terhadap sosok Capres maupun Cawapres di Pilpres 2024 mendatang.
Fenomena Menteri Jadi Capres
Fenomena menteri maju jadi capres mendapat kritik dari berbagai kalangan.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid 'menyentil' sejumlah menteri yang memanfaatkan posisinya untuk melakukan kampanye-kampanye politik menuju Pilpres 2024.
Ia pun meminta kepada para menteri tersebut agar fokus pada tugas yang diberikan oleh Presiden.
Bukan justru fokus kampanye politik menjadi capres.
”Agar para menteri fokus, jangan gunakan posisi menteri untuk kampanye politik dalam konteks untuk menjadi capres-capres, itu kan ada. Itu bagian dari koreksi untuk meningkatkan kinerjanya. Bahwa setiap orang punya hak untuk menjadi presiden, tapi ketika dia dalam posisi menteri, pembantu Presiden maka fokuslah pada tugas itu. Mudahan-mudahan Pak Presiden juga itu tahu itu,” kata pria yang akrab disapa Gus Jazil kepada wartawan, Kamis (24/3/2022).
Gus Jazil menambahkan Presiden memiliki ukuran untuk melihat apakah betul para menterinya bisa fokus bekerja pada bidangnya atau ada agenda terselubung (hidden agenda) yang kemudian membuat kinerja sejumlah menteri berkurang atau kurang fokus.