Tribun

Lebaran 2022

Pemda Diminta Antisipasi Keramaian di Tempat Wisata saat Momen Libur Lebaran

Puan Maharani meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) melakukan antisipasi pada periode libur Idul Fitri 2022. 

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Pemda Diminta Antisipasi Keramaian di Tempat Wisata saat Momen Libur Lebaran
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Wisatawan mengunjugi rumah ibadah Bukit Rhema yang merupakan tempat wisata religi yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam, Minggu (21/3/21). Gereja Ayam merupakan sebuah tempat ibadah yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bangunan tersebut terletak di seputaran Candi Borobudur. Meskipun disebut Gereja Ayam, bangunan tersebut sebetulnya berbentuk burung merpati. Bangunan tersebut digagas pengusaha Daniel Alamsyah pada tahun 1990an. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) melakukan antisipasi pada periode libur Idul Fitri 2022. 

Apalagi libur Lebaran tahun ini masyarakat diperkenankan mudik, sehingga diprediksi akan terjadi peningkatan aktivitas di tempat-tempat wisata.

Selain mudik diperbolehkan, tahun ini juga ditetapkan adanya cuti bersama sebanyak 4 hari.

Dengan demikian periode libur dan cuti bersama Idulfitri dimulai pada 29 April hingga 6 Mei 2022.

"Setelah 2 tahun lamanya masyarakat tidak diperbolehkan mudik dan tidak adanya cuti bersama IdulFitri, libur Lebaran tahun ini akan menambah mobilitas masyarakat di daerah-daerah," ucap Puan, dalam keterangan yang diterima, Kamis (7/4/2022).

Baca juga: Umumkan Cuti Bersama Lebaran, Menko PMK: Pemerintah Kebut Vaksinasi Booster

Baca juga: 1,53 Juta Dosis Vaksin Covid Kedaluwarsa Bulan April, BPOM: Kedaluwarsa Vaksin Beda dengan Makanan

Selain bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, masyarakat biasanya menghabiskan libur Lebaran dengan berwisata. 

Untuk itu, kata Puan, perlu ada koordinasi antara Pemda dengan pengelola tempat wisata dan tempat hiburan lainnya.

"Tekankan agar kapasitas di tempat wisata tidak melebihi ketentuan, dan upayakan menerapkan manajemen protokol kesehatan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kerumunan di tempat wisata," ujarnya.

Puan meminta Pemda bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. 

Selain itu juga tentunya dengan petugas pengamanan dan instansi terkait lainnya.

"Koordinasi selalu dengan pengelola tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan pengelola tempat-tempat keramaian lainnya. Selain perlu dilakukan simulasi sebelum musim mudik, pengawasan juga harus selalu dilakukan," ujarnya.

Baca juga: Kementerian PUPR Pastikan Kesiapan Jalan Tol dan Jalan Nasional Dilalui Arus Mudik

Baca juga: Jokowi Prediksi Jumlah Pemudik Idul Fitri 2022 Capai 85 Juta Orang

Mantan Menko PMK ini menekankan, kebangkitan ekonomi daerah harus didukung menyusul mulai membaiknya kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. 

Meski begitu, Puan mengingatkan pemulihan ekonomi tetap harus mengedepankan prinsip keamanan kesehatan. 

"Termasuk kita juga harus dukung kebangkitan pariwisata yang menjadi salah satu andalan Indonesia. Tapi tetap ingat, protokol kesehatan harus menjadi kunci. Jangan karena pelonggaran ini kita lengah sehingga memicu naiknya kembali angka penularan Covid 19," katanya.

Oleh karena itu, Puan kembali mengingatkan masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Dengan perlindungan vaksin, masyarakat bisa semakin aman.

"Segera vaksin bagi masyarakat yang belum menerimanya. Dan untuk yang sudah mendapat vaksin dosis I dan II, cepat-cepat booster. Maka aktivitas selama mudik akan lebih nyaman dan keluarga pun semakin terlindungi,” tandasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas