Tribun

Virus Corona

Vaksin Produksi BUMN Khusus untuk Anak dan Booster, Sudah Uji Klinis Fase III

Vaksin produksi PT Bio Farma tersebut akan digunakan untuk booster atau dosis ketiga.

Editor: Choirul Arifin
zoom-in Vaksin Produksi BUMN Khusus untuk Anak dan Booster, Sudah Uji Klinis Fase III
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin boster kepada warga saat acara Vaksinasi Merdeka Booster di Grha Asuransi Astra, Jakarta, Sabtu (23/4/2022). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vaksin virus corona (Covid-19) BUMN yang diproduksi oleh PT Bio Farma dan dikembangkan bersama Baylor College of Medicine saat ini mulai masuk pada tahapan uji klinis fase III.

Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, pihaknya akan memproduksi jumlah vaksin sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan saat ini telah menyiapkan 120 juta dosis.

"Untuk vaksin BUMN ini, kami telah menyiapkan kapasitas 120 juta dosis per tahun, tentunya nanti akan berproduksi sesuai dengan kebutuhan," kata Honesti, dalam virtual conference 'Kick Off Uji Klinis Fase III Vaksin Covid-19 BUMN', Kamis (9/6/2022).

Nantinya uji klinis vaksin ini akan melibatkan 4.050 subjek dengan batasan usia 18 hingga 70 tahun. Perlu diketahui, pengembangan vaksin yang tengah masuk uji klinis fase III itu menggunakan metode Subunit Protein Rekombinan.

Sementara itu, terkait izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin ini kata dia, ditargetkan keluar pada Juli 2022.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Produksi Bio Farma Masuk Uji Klinis Fase III

"Target kita Juli ini Inshaa Allah semua berjalan lancar, EUA keluar ketika produksi," jelas Honesti.

Jika EUA telah diterbitkan, maka vaksin ini aakan difokuskan untuk program vaksinasi dosis ketiga (booster) dan kelompok anak."Kemungkinan besar, prioritasnya nanti adalah untuk booster ya, kemudian adalah untuk anak," pungkas Honesti.

Baca juga: Pemerintah Akan Masukkan 71 Juta Dosis Vaksin ke Indonesia

Nantinya vaksin produksi PT Bio Farma tersebut akan digunakan untuk booster atau dosis ketiga. Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan mayoritas masyarakat Indonesia saat ini sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 dua dosis dengan total lebih dari 400 juta suntikan.

Ditambah dari hasil penelitian sero survei menunjukan lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19.

Tapi Wamenkes Dante mengatakan sewaktu-waktu antibodi ini akan menurun, apalagi saat ini belum ada tanda status pandemi Covid-19 akan dicabut WHO. Sehingga untuk mengantisipasi penurunan antibodi ini, diperlukan vaksinasi booster.

Baca juga: Cakupan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua di Enam Provinsi Ini Masih Rendah

"Kapan antibodi ini turun, tentu harus dibarengi dengan pemberian booster, salah satu alternatif untuk booster adalah vaksin yang diproduksi BUMN ini, itu kita akan diarahkan ke sana," ujar Wamenkes.

Kendati demikian vaksin BUMN ini juga tetap akan digunakan sebagai vaksinasi Covid-19 primer dosis 1 dan dosis 2 bagi warga yang belum mendapatkannya.

Menurut Wamenkes total Rp1,3 triliun dana Kementerian Kesehatan untuk vaksin Covid-19 di 2022 akan diserap pada pembelian vaksin BUMN jika sudah diproduksi massal untuk komersil.

"Terus terang anggaran untuk pembelian vaksin masih ada untuk tahun 2022, dan ini akan kita serapkan ke semua vaksin ini sebesar Rp 1,3 triliun," ujar Wamenkes.(Tribun Network/fit/wly)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas