Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

MAKI Ungkap Perbandingan Gaji Jaksa Agung dan Pimpinan KPK, Mana yang Lebih Besar?

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyoroti perbandingan kinerja pemberantasan korupsi antara Kejaksaan Agung (Kejagung) dan KPK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in MAKI Ungkap Perbandingan Gaji Jaksa Agung dan Pimpinan KPK, Mana yang Lebih Besar?
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ilustrasi KPK. Boyamin Saiman menyoroti prestasi pemberantasan kasus korupsi antara KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung). 

3. Pejabat eselon I Kejagung (Jaksa Agung Muda dan staf ahli) bergaji Rp. 30 Juta, sementara eselon I KPK (sekjen dan deputi) bergaji sekira Rp60 juta. 

4. Jaksa Agung bergaji Rp35 juta, sedangkan pimpinan KPK bergaji sekira Rp100 juta.

Eks Jubir Sindir KPK

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, mengapresiasi tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung.

Menurut Febri, tingginya hal tersebut membuat masyarakat semakin percaya dengan Korps Adhyaksa.

“Ini (tingginya tingkat kepercayaan publik) cermin yang jujur dari masyarakat. Bahagia mengetahui publik makin percaya dengan Kejaksaan,” kata Febri dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia, Rabu (6/8/2022).

Febri mengungkapkan, kasus-kasus besar yang kini mendapat perhatian masyarakat merupakan prestasi Kejaksaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menilai banyaknya apresiasi yang diterima Kejaksaan menjadi bukti penegak hukum bekerja.

Baca juga: Kejagung Periksa Pejabat Bea Cukai Hingga Kemendag Terkait Kasus Dugaan Korupsi Impor Baja

“Kasus-kasus yang muncul sekarang, itu prestasi Kejaksaan. Ini bukti kalau penegak hukum bekerja dalam arti sebenarnya. Publik melihat secara liner, dan publik makin percaya,” ujar Febri.

Febri kemudian menyinggung ada lembaga penegak hukum yang justru lebih banyak memperlihatkan gimik, alih-alih bekerja dalam upaya penegakan hukum.

"Tidak mungkin masyarakat percaya dengan gimik,” ujarnya.

Sindiran tersebut dialamatkan Febri untuk KPK.

Febri menilai KPK periode saat ini justru penuh kontroversi, terutama dari para komisionernya.

“KPK sekarang penuh kontroversi. Ada banyak gimik yang dilihatkan kepada masyarakat. Masyarakat kemudian meresponsnya dengan sindiran. Ini mestinya dilihat dengan lebih sensitif oleh pimpinan KPK,” kata Febri.

Ke depan, Febri berharap pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan para pegawai Kejaksaan. Ini demi meminimalisasi potensi penyalahgunaan jabatan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas