Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terima Kunjungan Dirjen WHO, Presiden Jokowi Diingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Terima Kunjungan Dirjen WHO, Presiden Jokowi Diingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir
Tribunnews.com/Reza Deni
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Tedros menyampaikan kepada Jokowi bahwa pandemi Covid-19 belum selesai.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi awalnya mengatakan mulanya bahwa Tedros mengapresiasi kepemimpinan Indonesia di dalam G20.

"Kemarin baru saja ada pertemuan menteri kesehatan G20 yang nanti akan disampaikan juga oleh Pak Menkes, dan Dirjen WHO betul-betul mengapresiasi kepemimpinan Indonesia di dalam G20," kata Retno dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (21/6/2022).

Tedros menyampaikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan Indonesia dalam mengatasi Covid-19.

"Beliau menyatakan bahwa Indonesia adalah satu dari best achievement kalau diperbandingkan dengan rata-rata achievement yang dicapai oleh negara-negara lain dunia," tambah dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan itu, Tedros menyampaikan kepada Jokowi mengenai pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Baca juga: Positivity Rate Covid-19 Naik, Kemenkes Sebut Masih di Bawah Standar WHO

"Dan kita masih memantau terus, WHO masih memantau terus, munculnya varian-varian baru," imbuhnya.

"Selain itu, beliau juga mengapresiasi, mengucapkan selamat atas sistem preliminary health care yang berjalan di Indonesia dengan baik dan juga mengenai masalah mandatory asuransi kesehatan di Indonesia," tandas Retno.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas