Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan hingga Tips Agar Terhindar dari Penyakit Akibat Polusi Udara

Selain menyebabkan stunting, dampak polusi udara berbahaya juga untuk kelompok rentan lainnya seperti penderita jantung dan paru kronis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan hingga Tips Agar Terhindar dari Penyakit Akibat Polusi Udara
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Selain menyebabkan stunting, dampak polusi udara berbahaya juga untuk kelompok rentan lainnya seperti penderita jantung dan paru kronis. FOTO DOK./Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). 

Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi di Jawa Barat, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten, juga mengungkap adanya dampak polusi udara.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat sepanjang tahun 2022 telah ditemukan sebanyak 877 kasus penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang terjadi 12 Kecamatan di Kota Bekasi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, penderita ISPA tercatat ribuan kasus sepanjang tahun 2021.

Berdasarkan kelompok usia 0-5 tahun, penderita ISPA di Kabupaten Bekasi pada 2021 lalu, tercatat sebanyak 1.093 kasus.

Usia di atas 5 tahun, 839 kasus. Faktor risiko ISPA pada balita adalah zat pencemar SO2 akibat polusi pencemaran udara.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dokter Sri Indriani mengatakan, tiga jenis penyakit tersebut masuk dalam 10 besar penyakit utama yang paling banyak diderita sejak tahun 2020 hingga 2021.

"Merujuk data sejak tahun 2020 hingga tahun 2021 kemarin, kalau 3 penyakit ISPA, batuk dan pilek digabungkan, itu menjadi penyakit paling banyak diderita masyarakat Kabupaten Tangerang," ujar dr Sri Indriani saat diwawancarai Wartakotalive.com, Selasa (28/6/2022).

Rekomendasi Untuk Anda

Polutan dari Luar Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menampik kualitas udara buruk di Jakarta.

Namun ia menuding, sumber utama polutan tidak semua berasal dari wilayahnya.

"Sumber polusi udara yang membuat udara Jakarta buruk, ada juga dari daerah lain. Misalnya, berdasarkan data, berasal dari PLTU Suryalaya di Banten," ujar Anies saat berbincang larut malam dengan Tribun Network dan KompasTv, di sela perayaan Ulang Tahun Ke-495 Kota Jakarta, 22 Juni silam.

Anies kemudian menunjukkan video berisi rekaman yang gerakan kepulan asap dari titik api ditiup angin.

Video itu rekaman dari waktu ke waktu, Januari hingga Desember 2021.

Gerakan video tampak dominan merah, jingga, kuning dan hitam.

Awal Januari hingga 15 Februari, awal April, awal Mei, awal Agustus arah angin dari arah barat Selat Sunda bertiup ke timur, arah Tangerang Jakarta, Bekasi dan sekitarnya.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas