Tribun

Ingatkan Terjadi Krisis Pangan, Jokowi: Beberapa Negara di Afrika dan Asia Sudah Terjadi Kelaparan

Jokowi mengingatkan adanya krisis pangan dunia, Harga pangan naikan 30-50 persen dan negara di Afrika serta Asia mengalami kekurangan pangan akut.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Ingatkan Terjadi Krisis Pangan, Jokowi: Beberapa Negara di Afrika dan Asia Sudah Terjadi Kelaparan
https://www.setneg.go.id/
Siapkan Food Estate Ratusan Ribu Hektare, Ini Cara Jokowi Antisipasi Krisis Pangan Akibat Pandemi. Jokowi mengingatkan adanya krisis pangan dunia akibat pandemi Covid dan juga perang antara Ukraina dan Rusia sekarang ini. Harga pangan mengalami kenaikan 30-50 persen dan sejumlah negara di Afrika dan Asia mengalami kekurangan pangan akut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan adanya krisis pangan dunia akibat pandemi Covid dan juga perang antara Ukraina dan Rusia sekarang ini.

Harga pangan mengalami kenaikan 30-50 persen dan sejumlah negara di Afrika dan Asia mengalami kekurangan pangan akut dampak krisis pangan

“Di Afrika dan beberapa negara di Asia sudah mulai yang namanya krisis pangan, kekurangan pangan akut. Sudah mulai yang namanya kelaparan,” kata Presiden Jokowi dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional di Medan, Sumatera Utara, (7/7/2022).

Kenaikan harga pangan terutama terjadi pada komoditas gandum.

Negara penghasil gandum terbesar di dunia yakni Rusia, Belarusia dan Ukraina menahan stok gandum mereka untuk tidak di jual ke luar negeri karena sedang berkonflik.

“Karena produksi gandum itu 30-40 persen berada di negara itu, Rusia, Ukraina, Belarusia semua ada di situ,” tutur Presiden Jokowi. 

Baca juga: Jokowi Sempat Tanyakan Stok Gandum ke Putin dan Zelenskyy

Bersyukur kata Presiden, harga pangan di Indonesia tidak mengalami kenaikan.

Harga beras di Indonesia tidak naik karena produksi beras petani mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Biasanya Indonesia harus impor beras 1,5-2 juta ton beras untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

“Untungnya kita ini, alhamdulillah rakyat kita utamanya petani masih berporduksi beras dan sampai saat ini harganya belum naik. Semoga tidak naik, karena stoknya selalu ada, dan sudah tiga tahun kita tidak impor beras lagi,” pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas