Tribun

Kenang 19 Tahun Bom JW Marriott, Kepala BNPT: Tidak Boleh Terjadi Lagi Terorisme di Dunia

Boy Rafli Amar mengatakan tragedi bom JW Marriott jadi pengingat akan bahaya dan ancaman terorisme agar jangan ada lagi aksi teror.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Kenang 19 Tahun Bom JW Marriott, Kepala BNPT: Tidak Boleh Terjadi Lagi Terorisme di Dunia
Dokumentasi BNPT
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar di Peringatan HUT Ke-12 BNPT, Sabtu (16/7/2022) di Bogor. BNPT mengangkat tema “Gelorakan Sinergi Bangsa dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme Menuju Indonesia Harmoni". Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Komjen) Boy Rafli Amar hadir dalam peringatan 19 tahun bom JW Marriott pada Jumat (5/8/2022) kemarin. Boy Rafli Amar mengatakan tragedi bom JW Marriott menjadi pengingat akan bahaya dan ancaman terorisme, serta menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat agar tidak ada lagi aksi teror yang terjadi di Indonesia dan dunia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal (Komjen) Boy Rafli Amar hadir dalam peringatan 19 tahun bom JW Marriott pada Jumat (5/8/2022) kemarin.

Tragedi bom JW Marriott yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2003 silam ini menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 156 orang luka-luka.

Boy Rafli Amar mengatakan tragedi bom JW Marriott menjadi pengingat akan bahaya dan ancaman terorisme, serta menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat agar tidak ada lagi aksi teror yang terjadi di Indonesia dan dunia.

"Peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi lagi dan bergandeng tangan dalam melawan segala bentuk kekerasan, kita semua harus mengumandangkan bahwa peristiwa ini tidak layak terjadi di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan seluruh dunia," kata Boy Rafli Amar dalam keterangannya, Sabtu (6/8/2022).

Dalam upaya pencegahan aksi terorisme dan ide-ide yang melatarbelakanginya, BNPT bersama unsur pemerintah dan masyarakat melakukan kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

BNPT juga telah menyelenggarakan forum yang mempertemukan antara korban/penyintas dengan mitra deradikalisasi yang menurut Boy menjadi katalisator pemulihan dan reintegrasi sosial kedua pihak.

"BNPT terus mempromosikan dan melakukan national resilience dari pengaruh ide teror yg berbasis kekerasan yang tidak bisa dilakukan secara parsial, harus dilakukan dengan cara komprehensif dengan pendekatan soft dan hard," lanjut dia.

Senada dengan Kepala BNPT, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, mengatakan aksi teror  seperti yang terjadi di JW Marriott tidak boleh terjadi lagi di Indonesia.

Dia mengatakan pemerintah secara serius menanggulangi terorisme dari hulu ke hilir dengan melibatkan unsur masyarakat.

Baca juga: Kepala BNPT Ibaratkan Penyebaran Terorisme Seperti Covid-19, Kadang Kita OTG, Tidak Berasa

"Dalam menyikapi terorisme pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah telah mengadopsi whole government untuk melawan terorisme dari hulu ke hilir, kita juga menggandeng masyarakat untuk berkolaborasi karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melawan terorisme," tuturnya.

Selain melakukan tabur bunga dan doa bersama, peringatan ini juga dijadikan momen peluncuran buku The Power of Forgiveness: Memoar Korban Bom JW Marriott yang ditulis oleh Toni Sumarno yang merupakan salah satu korban bom JW Marriott 2003. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas