Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kondisi Bharada E setelah Mengaku Terima Perintah Tembak Brigadir J, Lega dan Paham Konsekuensi

Deolipa Yumara mengungkap kondisi Bharada E setelah mengungkap fakta terkait kasus penembakan Brigadir J, paham konsekuensi singgung atasan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Kondisi Bharada E setelah Mengaku Terima Perintah Tembak Brigadir J, Lega dan Paham Konsekuensi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E usai dimintai keterangan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kuasa hukum kini ungkap kondisi Bharada E setelah bongkar fakta lain terkait kasus tewasnya Brigadir J 

Deolipa lantas menjelaskan tentang kejujuran dan kepatuhan pada Tuhan, Bharada E mulai sadar.

"Dia mulai sadar, ketika dia mulai sadar akhirnya dia merasa nyaman dan berdoa pada Tuhan.

Dia akan bicara apa adanya. Namun untuk kepentingan hukum, dia meminta kepada kami untuk mengajukan perlindungan hukum dan dia bersedia menjadi Justice Collaboratore," terangnya lagi.

Baca juga: Bharada E Disuruh Tembak Dinding Rumah Irjen Ferdy Sambo Setelah Brigadir J Tewas

Deolipa juga mengungkap kondisi Bharada E saat ini sudah mulai tenang dan nyaman.

"Di (rutan) dia merasa tenang, nyaman, dan merasa plong. Dan dia merasa senang saat ini sedang dalam kondisi sehat wal afiat," lanjutnya.

Deolipa juga menjelaskan jika Bharada E juga sadar konsekuensi atas pernyataannya saat ini.

"(Bharada E) sadar (konsekuensi menyinggung atasannya)," pangkas Deolipa.

Rekomendasi Untuk Anda

Diberitakan, Deolipa menghadiri LPSK untuk mengajukan Justice Collaborator.

Pihaknya meyakini, jika Bharada E akan mengungkap seluruh kejadian termasuk pelaku utama dalam kasus di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sebelumnya, Deolipa menegaskan jika semua yang Bharada E jelaskan adalah skenario terdahulu.

Ia menyebut jika skenario tersebut adalah omong kosong.

"Skenario yang terdahulu adalah cerita omong kosong. Omong kosong," ujarnya.

Meski demikian, Deolipa mengatakan kliennya mengakui menembak Brigadir J.

Tetapi dia menjelaskan terdapat skenario yang tak sesuai dengan pengakuannya.

"Dia sudah mengakui itu, tetapi skenarionya tidak begitu. Keadaan yang nyata tidak begitu," jelasnya dikutip dari Tribunnews.com. (*)

(Tribunnews.com/ Siti N)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas