Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus dan Arti Lambang Pramuka Tunas Kelapa

Hari Pramuka diperingati pada hari ini, Minggu 14 Agustus 2022. Simak sejarah Hari Pramuka dan arti lambang Pramuka.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus dan Arti Lambang Pramuka Tunas Kelapa
laman website Pramuka.or.id
Arsip foto museum sumpah pemuda - Simak sejarah Hari Pramuka tanggal 14 Agustus beserta arti lambang pramuka. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah sejarah Hari Pramuka di Indonesia dan arti lambang pramuka tunas kelapa.

Hari Pramuka diperingati pada tanggal 14 Agustus setiap tahunnya.

Pembentukan Gerakan Pramuka berlandaskan pada Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) memiliki sejarah tersendiri dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Sejarah Hari Pramuka

Dikutip dari kemdikbud.go.id, organisasi Pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya cabang milik Belanda dengan nama Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912.

Baca juga: Isi Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka Diucapkan saat Kegiatan Gerakan Pramuka Ini Penjelasannya

Kemudian pada 1916, berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP).

Rekomendasi Untuk Anda

Di tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk Organisasi Kepanduan pertama Indonesia dengan nama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO).

Lahirnya JPO memicu gerakan nasional lainnya untuk membuat organisasi sejenis pada saat itu.

Di antaranya Hizbul Wahton (HM) pada 1918, JJP (Jong Java Padvinderij) pada 1923, Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS) dan dan penyatuan organisasi pandu diawali dengan lahirnya INPO (Indonesische Padvinderij Organisatie) pada 1926.

Organisasi tersebut dibuat sebagai peleburan dua organisasi kepanduan, yakni Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Melihat semakin banyaknya organisasi pramuka milik Indonesia, Belanda melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda mengguakan istilah Padvinder.

Potret anggota pramuka mengenakan seragam pramuka.
Potret anggota pramuka mengenakan seragam pramuka. (https://pramuka.or.id/galeri/)

Oleh karena itu, KH Agus Salim memperkenalkan istilah “Pandu” atau “Kepanduan” untuk organisasi Kepramukaan milik Indonesia.

Pada 23 Mei 1928, muncul Persaudaraan Antar Pandu Indonesia (PAPI) yang anggotanya terdiri dari INPO, SIAP, NATIPIJ, PPS.

Setelah kemerdekaan, lahirlah kepanduan yang bersifat nasional, yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas