Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

SEJARAH Paskibraka yang Bertugas dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan RI

Sejarah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka, awalnya bendera Merah Putih dikibarkan oleh dua orang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
zoom-in SEJARAH Paskibraka yang Bertugas dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan RI
TRIBUN/HO/AGUS SUPARTO
Paskibraka bertugas dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 1945 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020). Sejarah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka, awalnya bendera Merah Putih dikibarkan oleh dua orang. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini sejarah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Di tingkat nasional, Paskibraka bertugas mengibarkan bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Anggota Paskibraka berasal dari perwakilan masing-masing provinsi di Indonesia.

Presiden mengukuhkan anggota Paskibraka sebelum mereka bertugas.

Sebelum dikukuhkan oleh Presiden, para anggota Paskibraka mengucapkan Ikrar Putra Indonesia.

Lantas, bagaimana sejarah Paskibraka?

Dikutip Tribunnews.com dari laman bandung.go.id, terbentuknya Paskibraka tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 14 Tahun 2017.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam aturan itu disebutkan, Paskibraka lahir bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Setelah Proklamasi resmi diperdengarkan, Bendera Merah Putih dikibarkan oleh dua orang yang dipimpin oleh Latief Hendraningrat.

Namun, setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjuangan belum selesai.

Pada 4 Januari 1946, situasi Jakarta sangat genting, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta dengan menggunakan kereta api.

Bendera Pusaka turut dibawa dan dimasukkan dalam koper pribadi Presiden Soekarno.

Selanjutnya, Ibu Kota Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta.

Pada situasi itu, gagasan mengenai Paskibraka lahir.

Baca juga: VIRAL Anggota Paskibraka di Tuban Kehilangan Ayah di Hari Pengukuhan, Nasya Berusaha Tahan Tangis

Menjelang HUT ke-2 RI, Presiden Soekarno menyuruh ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas