Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komnas HAM Bocorkan Adegan Terpotong, Brigadir J Mau Bopong Putri Candrawathi Tapi Dilarang Kuat

Reka adegan itu diungkap Taufan Damanik untuk peristiwa yang terjadi 4 Juli di rumah Ferdy Sambo yang berada di Magelang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Komnas HAM Bocorkan Adegan Terpotong, Brigadir J Mau Bopong Putri Candrawathi Tapi Dilarang Kuat
(Tangkap layar akun Youtube Kompas TV)
Putri Candrawathi dalam proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.. tampak berkomunikasi dengan Kuat Ma'ruf. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rekonstruksi peristiwa di Magelang terkait kasus pembunuhan Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tidak sepenuhnya dipublikasikan di Youtube Polri TV.

Satu diantaranya adalah ketika Brigadir J mengajak Bharada Richard Eliezer atau Bharada untuk membopong Putri Candrawati yang sedang sakit dari ruang TV ke kamar tidur.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengatakan niat Brigadir J untuk membopong ibu Putri tidak sampai terlaksana.

Sebab, Kuat Ma’ruf yang merupakan sopir Putri Candrawathi melarang Brigadir J untuk memegang tubuh Putri Candrawathi.

Baca juga: Psikolog Forensik: Ibu Putri Candrawathi Sakit Sungguhan atau Lagi Akting?

Reka adegan itu diungkap Taufan Damanik untuk peristiwa yang terjadi 4 Juli di rumah Ferdy Sambo yang berada di Magelang.

Komnas HAM merupakan pihak eksternal yang ikut hadir dalam rekonstruksi tersebut.

“Sedang nonton televisi, terus Brigadir J mau bopong [Putri Candrawathi] ajak Richard (Bharada E),” ungkap Taufan, pada Rabu (31/8/2022) dikutip dari Tribun Banten.

Rekomendasi Untuk Anda

“Terus Brigadir J mau bopong ajak Richard, ditegur sama Kuat. Dia hanya mau bopong, tapi enggak terjadi, karena langsung dilarang (Kuat Ma’ruf), 'hei jangan, apaan kau'.”

Selain itu, Taufan menuturkan ada juga peristiwa yang tidak direkonstruksi dan terjadi di kamar Putri Candrawathi.

Yakni perihal Ibu Putri Candrawathi yang menangis dan didengar oleh Susi, asisten rumah tangganya.

“Itu kan peristiwa yang di kamar tidak direkonstruksikan. Iya Susi dengar ibu nangis-nangis,” kata Taufan Damanik.

“Dia pertama mengira ibu PC sedih karena anaknya gitu, tapi itu kan sekali lagi versi kelompok mereka kan.”

Taufan juga mengomentari perihal Putri Candrawathi yang melakukan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dalam program Gaspol! di YouTube Kompas.com.

Diungkap Taufan, istri dari Ferdy Sambo tersebut merupakan orang yang detail dalam menggambarkan kejadian.

Bahkan karena terlalu detail, hal-hal yang tidak prinsipil dalam rekonstruksi disampaikan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas