Tribun

Menko PMK: Banyak Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan karena Terjangkit TBC

Muhadjir Effendy mengungkapkan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan kembali ke Indonesia karena kedapatan terjangkit TBC.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Erik S
zoom-in Menko PMK: Banyak Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan karena Terjangkit TBC
Tribunnews/JEPRIMA
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan kembali ke Indonesia karena kedapatan terjangkit TBC. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan kembali ke Indonesia karena kedapatan terjangkit TBC.

Dirinya meminta Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) agar serius memberikan pencermatan dan pemeriksaan terhadap kesehatan tenaga kerja Indonesia.

Baca juga: Kemnaker: Penanganan TBC dan Layanan Kesehatan bagi PMI Jadi Prioritas

"Tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri banyak yang dipulangkan karena TBC dan itu jumlahnya tidak sedikit. Ini menunjukkan bahwa SDM kita masih tidak unggul, salah satu penyebabnya adalah karena TBC," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis, Kamis (1/9/2022).

Penanggulangan TBC, kata Muhadjir, merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.

Menurut Muhadjir, peran serta masyarakat memegang peranan yang sangat penting dalam pencegahan, pengendalian dan penanggulangan TBC.

Muhadjir mengatakan pemerintah perlu membuat mini sanatorium di level kecamatan dan kabupaten untuk merawat para pasien TBC agar penyebarannya tidak meluas.

Hal tersebut dikarenakan hampir 80 persen pasien TBC berasal dari lapisan bawah yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki akses layanan dasar seperti air bersih, rumah yang layak, air minum, sanitasi, dan MCK.

Baca juga: Anak yang Terinfeksi TBC dan Covid-19 Secara Bersamaan Berisiko Alami Perburukan

"Itu menjadi sumber mengapa penyakit menular seperti ini sulit dikendalikan di Indonesia. Mungkin perlu ada realisasi, perlu ada tempat semacam mini sanatorium di level kecamatan, sehingga mereka yang TBC harus dipisahkan dari keluarga dan harus berobat rutin," jelas Muhadjir.

Indonesia, kata Muhadjir, menempati urutan ketiga penyumbang kasus TBC terbanyak di dunia.

Baca juga: Ketahui Gejala Spesifik Jika Terpapar Penyakit TBC

Menurut data Global TB Report 2021, Indonesia masuk di 10 besar negara dengan beban kasus TBC, TB-HIV, dan TB-RO terbanyak di dunia.  
 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas