Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pilot-Kopilot Pesawat Bonanza Meninggal, TNI AL Kibarkan Bendera Setengah Tiang

TNI AL mengibarkan bendera setengah tiang atas meninggalnya pilot Letnan Satu Laut Judistira Eka Permady dan kopilot Letnan Dua Laut Dendy Kresna.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pilot-Kopilot Pesawat Bonanza Meninggal, TNI AL Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Istimewa
Dua prajurit pesawat latih TNI AL jenis Bonanza G36 T-2503 yang jatuh di perairan Selat Madura. Pilot Letnan Satu Laut (P) Judistira Eka Permady (KIRI) dan kopilot Letnan Dua Laut (P) Dendy Kresna Bhakti (KANAN). TNI Angkatan Laut mengibarkan bendera setengah tiang atas meninggalnya pilot Letnan Satu Laut (P) Judistira Eka Permady dan kopilot Letnan Dua Laut (P) Dendy Kresna Bhakti. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) mengibarkan bendera setengah tiang atas meninggalnya pilot Letnan Satu Laut (P) Judistira Eka Permady dan kopilot Letnan Dua Laut (P) Dendy Kresna Bhakti.

Keduanya meninggal setelah pesawat latih TNI AL jenis Bonanza G-36 T-2503 jatuh di Selat Madura.

"Jadi kami prihatin, kami mengibarkan bendera setengah tiang," kata Wakil Kepala Staf Angktan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono di Kampung Negalasari, Cariu, Jawa Barat, Jumat (9/9/2022).

Heri mengatakan jenazah kedua korban rencananya akan dimakamkan secara militer siang ini di Surabaya.

Baca juga: 21 Penyelam TNI AL Evakuasi Jenasah Pilot dan Kopilot Pesawat Puspenerbal di Kedalaman 14 Meter

"Hari ini habis Jumat Insya Allah akan dimakamkan secara militer di Surabaya," ujarnya.

Menurut Heri, pihaknya berhasil mengevakuasi bangkai pesawat tersebut kurang lebih dalam waktu 12 jam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Alhamdulillah di dalam waktu tidak lebih dari 12 jam sudah kami bisa menemukan obyek atau bangkai pesawat tersebut dan kami sudah berhasil mengangkatnya secara utuh," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat latih jenis G-36 Bonanza T-2503 yang jatuh di alur pelayaran barat Surabaya atau di Selat Madura memang didesain tidak dilengkapi kursi pelontar untuk awaknya.

Hal ini dikatakan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan saat menggelar konferensi pers di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2022).

"Memang secara desain tidak dilengkapi kursi lontar," kata Dwika.

Dia menyebut jika pesawat tersebut merupakan pesawat latihan yang juga berfungsi untuk pesawat pengangkut. Sehingga, tidak dilengkapi dengan kursi pelontar.

"Jenis pesawat Bonanza ini memang pesawat latih yang juga sebagai pesawat transport atau pesawat ringan yang tidak dilengkapi kursi lontar," ujarnya.

Meski begitu pesawat tersebut layak terbang.

Baca juga: Pilot dan Copilot Pesawat TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Ditemukan Tewas di Kedalaman 14 Meter

Pesawat produksi Amerika Serikat itu masuk ke TNI AL itu masih terbilang baru. Pesawat itu masuk sekira 2013 lalu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas