Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fenomena Bjorka, Waspadai Ancaman Siber Jelang KTT G20

Peneliti intelijen dan terorisme Ridlwan Habib menilai langkah Presiden Jokowi bentuk tim khusus siber merespon kebocoran data oleh Bjorka sudah tepat

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Fenomena Bjorka, Waspadai Ancaman Siber Jelang KTT G20
Telegram @bjorkanism
Foto profil Bjorkanism di Telegram, Hacker yang kerap bagikan data pribadi Indonesia. Presiden Joko Widodo membentuk tim khusus siber merespon kebocoran data oleh hacker yang mengaku bernama Bjorka. Tim itu terdiri dari Kemenkominfo, BSSN, Cybercrime Polri dan BIN. Peneliti intelijen dan terorisme Ridlwan Habib menilai langkah Presiden sudah tepat. 

Selain itu, penataan keamanan siber di Indonesia harus diperbaiki secara total.

"Perlu ada perluasan kewenangan dan kapasitas BSSN sebagai lembaga yang bertanggung jawab. Misalnya kewenangan untuk melakukan penyidikan dan penangkapan, dan kapasitas sdm maupun peralatan yang lebih canggih, " katanya.

Baca juga: Mahfud MD Pastikan Belum Ada Situasi yang Berbahaya terkait Adanya Kebocoran Data

Sebagai gambaran anggaran BSSN per tahun adalah sekitar 450 M smentara anggaran Kominfo per tahun mencapai 20 Triliun.

"Keamanan siber sudah menjadi kebutuhan pokok sama vitalnya dengan pasokan BBM maupun suply beras gula dan garam, " tutupnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas