Tribun

Milenial Melek Jaminan Kesehatan Sejak Dini

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak hanya menjadi andalan bagi keluarga masyarakat Indonesia, tapi juga bagi generasi milenial.

Editor: Content Writer
zoom-in Milenial Melek Jaminan Kesehatan Sejak Dini
Istimewa
Fani Fadillah, mahasiswi semester akhir salah satu perguruan tinggi di Sidoarjo ini telah menjadi peserta JKN sejak beberapa tahun yang lalu. Semula, ia menjadi peserta JKN karena didaftarkan oleh kedua orang tuanya. 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak hanya menjadi andalan bagi keluarga masyarakat Indonesia, tak terkecuali bagi generasi milenial yang saat ini sudah semakin banyak yang menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

Salah satunya adalah Fani Fadillah, mahasiswi semester akhir salah satu perguruan tinggi di Sidoarjo ini telah menjadi peserta JKN sejak beberapa tahun yang lalu. Semula, ia menjadi peserta JKN karena didaftarkan oleh kedua orang tuanya.

"Kalau dulu sih masih belum tahu ya pentingnya punya jaminan kesehatan. Tapi semakin ke sini, jaminan kesehatan itu wajib dimiliki oleh semua orang. Sebab, manfaatnya besar sekali," ujar Fani.

Memiliki jaminan kesehatan membuat seseorang semakin tenang. Sebab tak perlu lagi memikirkan biaya berobat apabila suatu saat terkena musibah sakit.

"Terasa sekali manfaatnya, apalagi saat pandemi kemarin. Di mana perekonomian masyarakat termasuk keluarga saya kena imbasnya. Eh ditambah sakit pula dan harus berobat, untung punya jaminan kesehatan," ungkapnya.

Fani juga menyinggung terkait fasilitas yang didapat oleh peserta JKN, tak hanya berupa layanan berobat gratis namun beragam kemudahan untuk mengakses layanan kesehatan juga tersedia yaitu dengan adanya aplikasi Mobile JKN yang memuat banyak sekali fitur layanan kesehatan.

"Di satu aplikasi ini, ada banyak sekali fitur layanannya. Ada konsultasi kesehatan online, pendaftaran antrean online, sampak bisa mengecek ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Ini sudah kayak aplikasi kesehatan modern yang kekinian," imbuhnya.

Fani menambahkan sampai kapanpun ia tak akan melepas kepesertaan JKN-nya, meskipun saat ini ia terdaftar sebagai Pekerja Bukan Penerima Iuran (PBPU) yang artinya Fani harus membayar iuran secara mandiri.

"Saat ini kan saya sudah punya usaha kecil-kecilan sendiri di rumah, karena saya tidak mau merepotkan orang tua jadi saya bayar sendiri iuran bulanannya. Menurut saya tidak masalah karena iuran bulanannya ibarat seharga kopi saat kita nongkrong tapi sudah dapat perlindungan kesehatan selama satu bulan. Tentu worth it banget lah," jelas Fani.

Karena merasa mendapat banyak manfaat dari Program JKN, Fani juga kerap mengajak teman-temannya untuk mendaftar menjadi peserta JKN. Sehingga semakin banyak milenial yang melek pentingnya jaminan kesehatan.

“Saya ingin anak seumuran saya paham dengan pentingnya memiliki jaminan kesehatan dan cara paling mudah dan murah adalah dengan bergabung pada Program JKN, karena resiko sakit dapat menimpa siapapun tidak melihat umur,” tutup Fani. (rn/tp)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas