Tribun

Koalisi Partai Politik

Cak Imin Pertimbangkan Jadi Cawapres Puan, Ketua DPP PKB Sebut Itu Cuma Ekspresi

Daniel Johan menegaskan pernyataan Cak Imin tersebut hanya ekspresi dari kebaikan hati dan kematangan Cak Imin dalam berpolitik.

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Cak Imin Pertimbangkan Jadi Cawapres Puan, Ketua DPP PKB Sebut Itu Cuma Ekspresi
TRIBUNNEWS/IRWAN RSMAWAN
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar berjalan usai melakukan ziarah makam almarhum Taufik Kiemas dan keluarga, di Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2022). Pertemuan tersebut sebagai ajang silaturahmi dan safari politik kedua pimpinan partai. TRIBUNNEWS/IRWAN RSMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) beberapa waktu lalu sempat mengatakan tidak tertutup kemungkinan ia menjadi calon wakil presiden (cawapres) berduet dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Ketua DPP PKB Daniel Johan menegaskan pernyataan Cak Imin tersebut hanya ekspresi dari kebaikan hati dan kematangan Cak Imin dalam berpolitik.

"Artinya gini, kemarin itu kalau pun Cak Imin sempat melontarkan masalah cawapres itu hanya ekspresi kebaikan hati, kedewasaan jiwa, kematangan politik Cak Imin," ujar Daniel saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022).

Daniel juga mengatakan PKB masih terus mendukung Cak Imin untuk maju sebagai calon presiden (capres) di 2024. Kesepakatan itu merupakan keputusan mutlak yang disepakati bersama.

Oleh sebab itu pihaknya berharap, Cak Imin dapat menjalankan atau mewujudkan mandat dari para kader partai PKB.

"Tetapi mandat PKB terhadap Cak Imin berubah, jadi mandatnya Cak Imin maju sebagai calon presiden. Sampai satu titik memang sudah ada keputusan yang final dari koalisi," ujar dia.

Lebih lanjut, ujar Anggota Komisi IV DPR RI ini, apabila nanti Cak Imin memutuskan untuk mengubah arah politiknya, maka perlu dibahas dalam musyawarah internal partai dan diputuskan dalam muktamar.

"Kalau memang itu tidak sesuai dengan mandat sehingga kami harus melakukan konsultasi ulang entah muspimnas, karena itu keputusan muktamar kan, untuk menjelaskan ke seluruh kader dan melakukan penyesuaian mandat," imbuh Daniel.

Baca juga: Cak Imin Mau Jadi Cawapres Puan, Prabowo Ingatkan soal Kesepakatan Gerindra-PKB

Sebelumnya, Cak Imin dan Puan Maharani melakukan pertemuan sekaligus ziarah ke makam Taufiq Kemas di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Kemudian usai berziarah, Puan juga sempat merayakan ulang tahun Cak Imin.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin yang berdiri di samping Puan menyampaikan doa agar Puan Maharani bisa menjadi presiden.

"Kita mendoakan mbak Puan jadi presiden," kata Cak Imin.

Kemudian muncul pertanyaan apakah Cak Imin mau menjadi cawapres mendampingi Puan Maharani. Sontak Cak Imin sambil tertawa menjawab akan konsultasi ke Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Cak Imin menilai perjalanan politik jelang 2024 masih sangat panjang.

Dia pun akan melihat terlebih dahulu simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, yakni antara Prabowo-Muhaimin atau Puan Maharani-Muhaimin.

"Tapi namanya perjalanan masih panjang nanti dites saja, Prabowo-Cak Imin, Puan-Muhaimin, kira-kira kuat mana," ujar dia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas