Putri Candrawathi Dinilai Korban Palsu Kekerasan Seksual, Tak Antusias padahal Minta Perlindungan
Istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dinilai menjadi korban palsu kekerasan seksual.
Penulis: Miftah Salis
Editor: Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dinilai menjadi korban palsu kekerasan seksual.
Putri dinilai tidak antusias dengan upaya LPSK padahal meminta perlindungan.
LPSK juga menyebut Putri Candrawathi menjadi pemohon paling unik.
Kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kini terus bergulir.
Beberapa waktu lalu, Komnas HAM membeberkan temuannya mengenai dugaan kuat peristiwa pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi di Magelang.
"Berdasarkan temuan faktual disampaikan terjadi pembunuhan yang merupakan extrajudicial killing, yang memiliki latar belakang adanya dugaan kekerasan seksual (di Magelang)," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Kamis (1/9/2022), dari tayangan YouTube Kompas TV.
Dalam pemeriksaannya, Putri Candrawathi mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Baca juga: 14 Tahun LPSK Berdiri, Hanya Putri Candrawathi yang Minta Perlindungan Tapi Tidak Mau Bicara
Putri bahkan juga mengaku diancam setelah dilecehkan oleh Brigadir J di Magelang pada 7 Juli 2022.
Namun, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) justru mengungkap adanya kejanggalan-kejanggalan laporan kekerasan seksual Putri Candrawathi.

"Ada banyak catatan yang kami punya, secara materiel biasanya yang terjadi ketika ada korban kekerasan seksual, pelaku adalah orang yang memiliki relasi kuasa," kata Wakil LPSK, Edwin Partogi dalam program Kompas Malam KOMPAS TV, Senin (26/9/2022).
Sementara dalam kasus tersebut, Brigadir J merupakan ajudan atau bawahan suami Putri Candrawathi yakni Ferdy Sambo.
LPSK menilai Putri Candrawathi dinilai lebih memiliki relasi kuasa dibanding Brigadir J.
Kejanggalan lain yang diungkap LPSK yakni soal adanya saksi dan tempat kejadian perkara.
Berdasar pengalaman LPSK, korban akan merespons upaya LPSK untuk mendalami peristiwa yang mereka alami.