Tribun

Cegah ASN Punya Paham Ekstrem, Kemenag Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat dari berbagai macam suku, budaya, ras, golongan dan agama.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Cegah ASN Punya Paham Ekstrem, Kemenag Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat dari berbagai macam suku, budaya, ras, golongan dan agama.

Sehingga negara ini memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika 'Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua'.

Oleh karena itu, diperlukan sikap toleransi terhadap sesama agar bisa hidup berdampingan secara damai.

Melihat pentingnya sikap toleransi pada tiap individu, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama pun mengadakan 'Orientasi Pelopor Moderasi Beragama Inspektorat Jenderal Tahap III'.

Baca juga: Berkumpul dengan Masyarakat, Airin Sebut Pentingnya Menjalin Silaturahmi Umat Beragama

Inspektur Jenderal Kementerian Agama Faisal menegaskan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pesan kepada seluruh ASN agar selalu memiliki sikap toleransi.

Karena Yaqut tidak akan memberikan toleransi kepada oknum ASN yang memiliki sikap intoleran, apalagi jika mereka menganut paham ekstrem.

Perlu diketahui, ekstremisme dapat memicu munculnya ujaran kebencian.

"Ini merupakan tugas kita sebagai pengawasan yaitu untuk terus mengawal program prioritas Kemenag yakni penguatan moderasi beragama, maka auditor harus memahami apa itu moderasi beragama," kata Faisal, dalam acara yang dihelat di Hotel Onih Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/10/2022).

Faisal menekankan bahwa auditor Inspektorat Jenderal harus mampu menjadi evaluator dan pemberi masukan dalam kegiatan penguatan moderasi beragama.

"Kita harus dapat memberikan sudut pandang kepada pimpinan, apa kebijakan ini sudah baik, apa proses bisnisnya sudah memadai, dan memberikan sumbang saran untuk menyempurnakan program ini," tegas Faisal.

Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama pun mengadakan 'Orientasi Pelopor Moderasi Beragama Inspektorat Jenderal Tahap III' di Hotel Onih Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/10/2022). (ist)
Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama pun mengadakan 'Orientasi Pelopor Moderasi Beragama Inspektorat Jenderal Tahap III' di Hotel Onih Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/10/2022). (ist) (istimewa)

Faisal pun menjelaskan bahwa 'perbedaan' merupakan fitrah, maka Inspektorat Jenderal harus memberikan contoh mengenai apa itu 'harmonisasi perbedaan'.

Baca juga: Kemenag Ungkap Kebijakan Baru Arab Saudi Soal Penyelenggaraan Umrah

"Saya berharap kalau Itjen sudah paham dan memahamkan konsep ini, maka tidak ada lagi ujaran kebencian yang dilakukan ASN Kemenag, karena Itjen hadir sebagai pelopor toleransi untuk mewujudkan moderasi beragama," pungkas Faisal.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas