Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyebab Terjadinya Hujan Es, Disebabkan oleh Awan Cumulonimbus

Simak penyebab terjadinya hujan es. Disebabkan oleh awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat besar dan gelap serta didukung suhu permukaan yang rendah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nurkhasanah
zoom-in Penyebab Terjadinya Hujan Es, Disebabkan oleh Awan Cumulonimbus
dokumentasi warga
Warga mengumpulkan butiran es saat terjadi fenomena hujan es di Sawangan, Kota Depok, Minggu sore, 9 Oktober 2022 - Simak penyebab terjadinya hujan es. Disebabkan oleh awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat besar dan gelap serta didukung suhu permukaan yang rendah. 

- Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol;

- Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus);

- Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat;

- Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri;

- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita;

- Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Adapun sifat-sifat puting beliung atau angin kencang berdurasi singkat yakni sebagai berikut:

Rekomendasi Untuk Anda

- Sangat lokal;

- Luasannya berkisar 5 - 10 km;

- Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit;

- Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba);

- Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari;

- Bergerak secara garis lurus;

- Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 - 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda - tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 persen;

- Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung;

- Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas