Kasus Sub Varian Omicron XBB di Indonesia Bertambah, Pasien Alami Gejala Batuk dan Pilek
Kemenkes melaporkan tambahan tiga kasus konfimasi positif sub varian omicronb XBB di Indonesia, pasien disebut alami gejala batuk dan pilek.
Penulis: Nurkhasanah
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah

Varian baru XBB dikatakan cepat menular, namun tingkat fatalitas atau kematiannya tidak lebih parah dari varian Omicron.
Meski demikian, berbagai mutasi varian baru Omicron masih berpotensi terus terjadi.
Sehingga Indonesia belum bisa dikatakan aman dari pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, Kemenkes meminta masyarakat kembali mengedepankan protokol kesehatan.
Selengkapnya, berikut ini protokol kesehatan dan imbauan dari Kemenkes sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19:
- Memakai masker;
- Menghindari kerumunan;
- Mencuci tangan pakai sabun;
- Melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala COVID-19.
Juru Bicara Kemenkes juga mengimbau agar masyarakat melengkapi vaksinasi menjadi dua dosis dan booster bagi yang belum.
“Selain itu juga segera melengkapi vaksinasi COVID-19 (2 dosis), termasuk vaksinasi booster, untuk meningkatkan perlindungan terhadap COVID-19,” pungkas dr. Syahril.
Sebagai informasi, sejauh ini sudah ada 24 negara yang melaporkan temuan kasus COVID-19 varian XBB.
Sebelumnya, varian Omicron XBB telah menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di Singapura yang diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)