Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SOSOK 7 Mantan Kapolri yang Datangi Mabes Polri, Ini Tujuan Mereka

Inilah sosok tujuh mantan Kapolri yang mendatangi Mabes Polri pada Kamis (27/10/2022). Di antaranya Timur Pradopo, Dai Bachtiar, hingga Badrodin Haiti

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in SOSOK 7 Mantan Kapolri yang Datangi Mabes Polri, Ini Tujuan Mereka
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022). Inilah sosok tujuh mantan Kapolri yang mendatangi Mabes Polri pada Kamis (27/10/2022). Di antaranya Timur Pradopo, Dai Bachtiar, hingga Badrodin Haiti 

2. Jenderal (Purn) Roesmanhadi

Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Roesmanhadi
Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Roesmanhadi (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)

Mantan Kapolri lain yang ikut datang ke Mabes Polri adalah Jenderal (Purn) Roesmanhadi.

Roesmanhadi menjadi Kapolri era Presiden BJ Habibie, yaitu periode 1998 hingga 2000.

Sebelumnya, Roesmanhadi adalah perwira tinggi Mabes ABRI sebagai Staf Ahli Menhankam Bidang Kamtibmas.

Roesmanhadi juga pernah menjabat Wakapolda Kalbar (1991), Wakapolda Jatim (1992), Kapolda Sumatera Utara (1993), Kapolda Jatim (1995), dan Demin Kapolri (1996).

Setelah pensiun, Roesmanhadi pernah diperiksa terkait kematian artis sekaligus anggota DPR RI, Sophan Sophiaan.

Diketahui, Sophan Sophiaan meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Dia terjatuh dari sepeda motor Harley Davidson.

Rekomendasi Untuk Anda

3. Jenderal (Purn) Chairuddin Ismail

Chairuddin Ismail
Chairuddin Ismail (KOMPAS IMAGES)

Sosok mantan Kapolri yang ikut datang ke Mabes Polri adalah Jenderal (Purn) Chairuddin Ismail.

Ia pernah menjadi Pejabat Sementara Kapolri (Pjs. de facto Kapolri) menggantikan Jenderal Suroyo Bimantoro.

Saat itu, terjadi polemik antara Polri dengan pejabat di Istana.

Suroyo sempat berbeda pendapat dengan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terkait pengibaran Bendera Bintang Kejora.

Perbedaan pendapat inilah yang menjadi cikal bakal kerenggangan hubungan antara Polri dan Istana.

Selanjutnya, Gus Dur mencopot Suroyo Bimantoro dan menggantinya dengan Chairuddin Ismail.

Namun pengangkatan Chairuddin Ismail ditolak 102 jenderal polisi yang tidak menghendaki ada politisasi di tubuh Polri.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas