Ricky Rizal Jadi Ajudan Pertama Sambo, Sehingga Ia Punya Privilege Tolak Perintah Tembak Brigadir J
Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J menilai Ricky Rizal berani tolak perintah Sambo untuk tembak Brigadir J karena ia punya privilege.
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Arif Fajar Nasucha

TRIBUNNEWS.COM - Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengungkapkan pendapatnya terkait alasan dibalik keberanian Ricky Rizal menolak perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.
Martin menyebut ada dua hal yang bisa ia lihat dari penolakan Ricky Rizal untuk menembak Brigadir J.
Pertama, penolakan tersebut terjadi karena mentalitasnya yang tidak kuat dan bisa dilihat bahwa Ricky memang sosok yang setia, penurut, dan memiliki sensitivitas.
"Saat dipanggil (Ferdy Sambo) dan diminta untuk menembak Ricky kan menolak. Ricky menolak itu sebenarnya ada dua hal yang saya lihat. Secara garis besar Ricky menolak karena mentalitas dia tidak kuat, dan itu saya percaya."
"Karena memang pada saat saya ketemu Ricky, saya bisa melihat secara singkat memang profil anak ini memang anak yang setia, anak yang penurut dan memang memiliki sensitivitas," kata Martin dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (9/11/2022).
Lebih lanjut Martin menyebut jika Ricky Rizal memiliki privilege, karena Ricky adalah ajudan yang sudah mengenal lama Ferdy Sambo sejak masih dinas di Brebes.
Baca juga: Eks Sopir Ferdy Sambo Lihat Ricky Rizal Seperti Orang Bingung usai Brigadir J Tewas
Bisa dibilang, Ricky Rizal ini adalah ajudan pertama Ferdy Sambo yang diambil dari wilayah Polres Brebes.
Adanya kedekatan itulah yang kemudian membuat Ricky berani menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Hingga akhirnya Richard Eliezer lah yang melaksanakan perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
"Yang kedua mengapa Ricky bisa menolak, kita enggak boleh lupa bahwa Ricky ini punya privilege. Ricky ini adalah seorang polisi yang sudah mengenal lama Ferdy Sambo, ketika Ferdy Sambo dinas di Brebes."
"Jadi ajudan pertama Ferdy Sambo ya Ricky Rizal, diambil dari wilayah Polres Brebes. Kedekatan inilah yang digunakan Ricky, sehingga dia berani untuk menolak perintah Ferdy Sambo saat itu," terang Martin.
Baca juga: Ricky Rizal Diminta Antar Putri Candrawathi ke Duren Tiga Sebelum Brigadir J Tewas Ditembak
Tak Akan Ada Pembunuhan Jika Ricky Bicara soal Rencana Ferdy Sambo kepada Eliezer dan Brigadir J
Martin menyebut, pada saat Ricky menolak perintah Ferdy Sambo, ia kemudian hanya diminta untuk memanggil Eliezer untuk menemui atasannya itu.
Pada saat akan memanggil Eliezer, Martin menilai jika Ricky sebenarnya merasa panik.
Namun yang Martin sesalkan adalah, seharusnya Ricky memanfaatkan kedekatannya dengan Ferdy Sambo itu untuk menyampaikan kepada Eliezer atau Brigadir J soal rencana pembunuhan ini.
"Pada saat menolak itu kan Sambo hanya bilang 'yaudah kamu back up aja, sehabis itu kamu turun, sampaikan pada Eliezer saya mau berbicara dengan dia ya.' Pada saat turun itulah panik dia saya rasa. Karena ada perintah yang mengganggu pemikiran dia."
Baca juga: Hakim Kabulkan Permohonan Pengacara Ricky Rizal agar Pemeriksaan Saksi Dipisah
"Cuma yang saya sesalkan pada saat itu, kan saya sampaikan ya dari sisi kemanusiaan dia tidak sanggup, kedua dari sisi kedekatan dia sebenarnya dekat dengan FS."
"Nah harusnya pada poin kedua ini digunakan kepada Ricky agar langsung kepada Eliezer atau setidaknya menyampaikan kepada almarhum, bahwa akan ada suatu peristiwa yang akan terjadi, yang akan mungkin membuat hilangnya nyawa seseorang," jelas Martin.
Karena jika hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Ricky, maka tidak akan ada peristiwa pembunuhan Brigadir J ini.
Selain itu, jika Ricky berani menyampaikan rencana Ferdy Sambo kepada Brigadir J dan Eliezer, maka setidaknya ia tidak akan terlibat kasus pembunuhan ini.
Baca juga: Adzan Romer Peragakan Posisi Kuat Maruf dan Ricky Rizal Saat Jenazah Brigadir J Tergeletak
"Kalau ini digunakan, saya pikir enggak ada peristiwa ini. Dan saya yakin kalau pada saat itu Ricky mengambil sikap dan mengatakan yang sebenarnya kepada Eliezer atau kepada almarhum, minimal dia tidak akan terlibat."
"Karena dia sudah melakukan kewajiban dia sebagai sesama warga negara untuk mencegah terjadinya tindak pidana. Saya yakin, kalau Ricky mengatakan hal tersebut, paling-paling hanya dipukul atau ditempeleng sama Ferdy Sambo, enggak mungkin ditembak. Karena Ricky ini memiliki kedekatan dengan Ferdy Sambo," pungkas Martin.
Baca juga: Hari ini 10 Orang Saksi Rencananya Dihadirkan Jaksa dalam Sidang Ricky Rizal dan Kuat Maruf
Jenazah Yosua Tergeletak, Kuat Maruf dan Ricky Rizal Disebut Hanya Berdiri Tanpa Suara
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, eks ajudan Ferdy Sambo, Brigadir Adzan Romer mengungkapkan kesaksiannya saat Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas di rumah Sambo Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Hal itu diungkapkan Romer saat bersaksi untuk terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal Wibowo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2022).
Romer menyebut Kuat dan Ricky hanya berdiri tanpa suara di rumah dinas Sambo setelah Brigadir J tewas ditembak.
"Berdiri saja, pas saya masuk, saya tatapan dengan Bang Ricky. Jadi, saya sempat kontak, ada apa, Bang? Seperti itu," kata Romer di ruang sidang.
Baca juga: Sidang Ricky Rizal dan Kuat Maruf Hari Ini, 10 Orang akan Bersaksi, Termasuk Susi ART Ferdy Sambo
Saat kejadian, Romer mengaku berada di luar rumah.
Ia lalu bergegas ke dalam rumah setelah mendengar suara tembakan dan berpapasan dengan Ferdy Sambo di pintu.
Romer mengaku sempat bertanya Richard Eliezer atau Bharada E ihwal peristiwa yang terjadi.
"Saudara tanya ada apa? Dijawab apa?" tanya hakim.
"Saya refleks, Bang sambil menunjuk Bang Yos, si korban itu," ucap Adzan menirukan ucapan Bharada E.
Baca juga: Momen Bharada E Duduk Bersama Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Sidang Hari Ini
Saat itu, kata dia, jenazah Brigadir J berada di dekat tangga, sedangkan Kuat berada di dekat kolam ikan, yang tak terlalu jauh dari tangga rumah Sambo.
Romer menuturkan dirinya saat berjalan dari dapur bertemu Ricky Rizal dan bertanya, namun tak mendapat respons.
"Saya dari dapur lalu ketemu Bang Ricky, saya tanya ada apa? tidak dijawab, saya lihat jenazah di situ, Yang Mulia melihat almarhum tergeletak, lalu saya maju ke sini, saya awalnya bertanya kepada Richard, ada apa, Chad?" ujar Romer.
Romer juga mengaku sempat menanyakan ke Richard, namun karena takut dirinya akhirnya berubah haluan.
Baca juga: Bharada E akan Bertemu Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Sidang Hari Ini, LPSK Siapkan Pengawal Khusus
"Jadi, saya bisa melihat semua orang di sini, Pak, karena saya belum tahu di dalam terjadi apa," imbuhnya.
Diketahui, dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J ini turut menyeret Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf dan Bharada Richard Eliezer sebagai terdakwa.
Tak hanya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah, khusus untuk Ferdy Sambo juga turut dijerat dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice.
Para terdakwa pembunuhan berencana itu didakwa melanggar pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Fersianus Waku)