Survei Indikator Politik: Performa PPP Jelang 2024 Buruk
tren dukungan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 mengalami penurunan.
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tren dukungan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 mengalami penurunan.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan performa elektoral PPP berbeda dengan jelang pemilu 2019.
"Performa PPP jelang 2024 itu lebih buruk dibanding performa elektoral PPP menjelang pemilu 2019," kata Burhanuddin dalam rilis surveinya secara virtual, Kamis (1/12/2022).
Burhanuddin menegaskan hasil surveinya harus menjadi perhatian bagi petinggi-petinggi PPP.
"Jelang 2024 itu cuma 3,1 rata-rata. Tapi pada periode yang sama jelang pemilu 2019 PPP mendapat rata-rata 4,1," ujarnya.
Burhanuddin menuturkan berbahaya jika PPP tak segera mengantisipasinya sebab bisa tak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
"Tapi kalau misalnya tren ini tak segera diantisipasi ini bisa menjadi bahaya karena PT 4 persen," ungkapnya.
Sebagai informasi, survei nasional yang dilakukan Indikator Politik ini digelar tatap muka sejak 30 Oktober hingga 5 November 2022.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.
Baca juga: Elektabilitas PPP Diprediksi Berada di Bawah Parliamentary Threshold, Mardiono: Cambuk bagi Kami
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.