Tribun

Polisi Tembak Polisi

Ucapan Ferdy Sambo ke Bharada E saat Perintah Tembak Brigadir J, Sebut Yosua Harus Mati

Ferdy Sambo mengatakan kepada Bharada E sebelum mengeksekusi bahwa Brigadir J memang pantas untuk mati karena disebut melecehkan Putri Candrawathi.

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Miftah
zoom-in Ucapan Ferdy Sambo ke Bharada E saat Perintah Tembak Brigadir J, Sebut Yosua Harus Mati
WARTA KOTA/YULIANTO
Terdakwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menghadiri sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (7/11/2022). Agenda persidangan kali ini adalah pemeriksaan sejumlah saksi dari jaksa penuntut umum (JPU). Ferdy Sambo mengatakan kepada Bharada E sebelum mengeksekusi bahwa Brigadir J memang pantas untuk mati karena disebut melecehkan Putri Candrawathi. WARTA KOTA/YULIANTO 

TRIBUNNEWS.COM - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E menceritakan perkataan Ferdy Sambo saat memerintahkan dirinya mengeksekusi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di ruang kerja di rumah dinas Duren Tiga.

Bharada E mengungkapkan Ferdy Sambo berkata padanya bahwa Brigadir J layak untuk mati.

Dirinya menjelaskan alasan Ferdy Sambo mengatakan hal itu lantaran Brigadir J dianggap oleh mantan Kadiv Propam Polri tersebut telah melecehkan istrinya, Putri Candrawathi.

"Emang harus dikasih mati anak itu (Brigadir J). Dia bilang begitu ke saya, Yang Mulia," ujar Bharada E menirukan perkataan Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022), dikutip Tribunnews dari YouTube Kompas TV.

Mendengar perkataan Ferdy Sambo itu, Bharada E terdiam dan mengaku kaget.

Setelah itu, barulah Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E untuk mengeksekusi Brigadir J.

"Baru dia dekat begini (memeragakan gestur Ferdy Sambo), nanti kau yang tembak Yosua, ya. Karena kalau kamu yang tembak Yosua, saya (Ferdy Sambo) yang akan jaga kamu."

"Tapi kalau saya yang tembak, tidak ada yang jaga kita," ungkap Bharada E menirukan perkataan Ferdy Sambo.

Usai mendengar perintah Ferdy Sambo tersebut, Bharada E masih mengaku tidak percaya atas apa yang dikatakan atasannya tersebut.

Selanjutnya, kata Bharada E, Ferdy Sambo pun langsung menjelaskan skenario yang akan dijalankan dalam rangka membunuh Brigadir J.

"Jadi gini cad, skenarionya di 46 (rumah dinas Duren Tiga), cad. Jadi nanti skenarionya ibu (Putri Candrawathi) dilecehkan Yosua, baru ibu teriak, kamu dengar kamu respons, Yosua ketahuan, Yosua tembak kamu, kamu tembak balik Yosua, Yosua yang mati," ceritanya.

Seusai mengetahui skenario Ferdy Sambo, Bharada E mengaku masih tidak percaya karena akan membunuh Brigadir J.

Ternyata selama percakapan Bharada E dan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi berada di sebelah sang suami.

Bharada E mengungkapkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saling berbisik dan disebut membicarakan soal CCTV di rumah dinas Duren Tiga dan sarung tangan yang akan digunakan untuk mengeksekusi Brigadir J.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas