Tribun

Gempa di Garut

BPBD Garut: Gempa Akibatkan 1 Korban Luka-luka, 4 Rumah dan 1 Sekolah Rusak

BPBD Garut mengumumkan gempa mengakibatkan satu korban luka-luka dan empat rumah serta satu sekolah mengalami kerusakan.

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in BPBD Garut: Gempa Akibatkan 1 Korban Luka-luka, 4 Rumah dan 1 Sekolah Rusak
TRIBUN BATAM
BPBD Garut mengumumkan gempa mengakibatkan satu korban luka-luka dan empat rumah serta satu sekolah mengalami kerusakan. 

TRIBUNNEWS.COM - Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12/2022) pukul 16.49 WIB.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, ada satu korban luka- yang berada di Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, Garut akibat gempa tersebut.

Namun, sudah mendapatkan penanganan di puskesmas terdekat.

“Satu korban luka di Desa Putrajawa, Selaawi dan sudah dibawa ke puskesmas terdekat,” demikian keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com dari BPBD Kabupaten Garut.

Sementara untuk wilayah yang terdampak yaitu Kecamatan Pakenjeng, Kecamatan Cikelet, dan Selaawi.

Untuk Kecamatan Pakenjeng, ada dua rumah yang rusak dan masing-masing berada di Desa Tanjungya serta Desa Jatiwangi.

Baca juga: Gempa di Garut Berjenis Tektonik Menengah, BMKG Sebut Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Sementara di Kecamatan Cikelet, terdapat satu rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa yaitu di Desa Cigadog.

Lalu di Kecamatan Selaawi disebut ada satu rumah yang rusak dan berlokasi di Desa Putrajawa.

Selain itu, ada juga kerusakan di bagian dapur sekolah yang berlokasi di Desa Jatiwangi.

Kemudian, hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Garut belum memperoleh laporan adanya korban jiwa.

Gempa akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Garut pada Sabtu (3/12/2022) akibat adanya aktivitas pada lempeng Indo-Australia.

Sementara, mekanisme gempa yang mengguncang Garut lantaran adanya pergerakan geser terhadap lempeng Indo-Australia.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” jelas Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Garut, BPBD: Warga Sudah Kembali Masuk Rumah

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas