Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Pengamat Sebut Hasil Survei Tak Bisa Jadi Parameternya

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menegaskan reshuffle kabinet Jokowi tidak bisa dilakukan atas dasar suatu survei.

Editor: Daryono
zoom-in Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Pengamat Sebut Hasil Survei Tak Bisa Jadi Parameternya
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Foto-foto Laksamana Yudo Margono yang resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima TNI. | Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menegaskan reshuffle kabinet Jokowi tidak bisa dilakukan atas dasar suatu survei. 

TRIBUNNEWS.COM - Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berhembus di tengah masyarakat.

Terlebih setelah Charta Politika mengungkapkan hasil surveinya yang menyebutkan bahwa 61,8 persen publik menyetujui jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle atau perombakan para menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Menanggapi hal tersebut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan reshuffle kabinet ini tidak bisa dilakukan atas dasar suatu survei.

Meskipun dalam survei tersebut menyebutkan soal tingkat kinerja menteri tidak maksimal.

Pasalnya menurut Adi, survei yang dilakukan oleh suatu lembaga tidak bisa menjadi parameter dilakukannya reshuffle kabinet.

Adi pun menegaskan bahwa reshuffle kabinet itu wewenang presiden dan hanya bisa dilakukan oleh presiden.

Baca juga: Pengamat Ungkap Kemungkinan Reshuffle Kabinet Jokowi Muncul Imbas NasDem Usung Anies Baswedan

"Soal reshuffle kabinet itu tidak bisa didasarkan atas survei yang belakangan ini diterbitkan, bahwa persoalan tingkat kinerja menteri tidak maksimal, 62 persen dibandingkan sebelumnya."

Rekomendasi Untuk Anda

"Tentu bukan parameter untuk dilakukan reshuffle. Karena reshuffle itu kan the one and only, hanya bisa dilakukan oleh seorang presiden," kata Adi dalam tayangan Program 'Kompas Petang' Kompas TV, Sabtu (24/12/2022).

Lebih lanjut Adi pun menilai isu reshuffle ini terkesan tiba-tiba, karena sebelumnya sama sekali tidak ada yang membahasnya.

Terlebih Jokowi baru melakukan reshuffle kabinet dan akomodasi politik terhadap PAN pada tujuh bulan yang lalu.

Baca juga: Isu Reshuffle, Presiden Jokowi Diprediksi Bakal Tunjuk Eks Panglima TNI Andika Perkasa Jadi Menteri

Padahal biasanya ada rentang waktu yang cukup lama untuk Jokowi melakukan reshuffle pada kabinetnya.

"Isu reshuffle kan terkesan ujug-ujug ini, sebelumnya kan tidak dilakukan reshuffle. Apalagi kan baru tujuh bulan Jokowi melakukan reshuffle dan akomodasi politik terhadap PAN."

"Biasanya ada rentang waktu cukup lama sehingga ada reshuffle. Sebelumnya kan lebih dari setahun, sebelumnya hampir dua tahun juga tidak ada reshuffle," terang Adi.

Baca juga: Profil 3 Menteri NasDem Diisukan Bakal Di-reshuffle: Johnny G Plate, Siti Nurbaya, Syahrul Yasin

Survei Charta Politika: Mayoritas Publik Setuju Jika Jokowi Reshuffle Kabinet

Hasil Survei Charta Politika menunjukan sebagian besar responden setuju dilakukan reshuffle pada Kabinet Indonesia Maju, Kamis (22/12/2022).
Hasil Survei Charta Politika menunjukan sebagian besar responden setuju dilakukan reshuffle pada Kabinet Indonesia Maju, Kamis (22/12/2022). (Tangkap layar kanal YouTube Charta Politika Indonesia)

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 61,8 persen publik menyetujui jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle atau perombakan para menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas