Jadi Tradisi Imlek, Begini Sejarah dan Makna Angpau
Pemberian angpau merupakan salah satu tradisi perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Begini sejarah dan makna dari angpau.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Tiara Shelavie
Kemudian orang tuanya meletakkan bungkusan berisi delapan koin di bawah bantalnya.
Ketika Sui mencoba menyentuh kepalanya, delapan koin itu memancarkan cahaya yang kuat dan menakuti iblis itu.
Delapan koin itu ternyata adalah delapan peri.
Sejak saat itu, pemberian amplop merah menjadi cara untuk menjaga keamanan anak dan membawa keberuntungan.
Cara Memberikan Angpau
Mengutip Indonesiabaik, berikut adalah cara memberikan angpau:
1. Amplop Angpau Harus Berwarna Merah
Amplop yang digunakan untuk memberi angpao haruslah merah dan terdapat nuansa merah.
Angpau berwarna merah ini menjadi lambang keberkahan dan keberuntungan bagi siapa yang menerima maupun memberikannya.
2. Tidak Boleh Diisi dengan Angka 4
Dalam tradisi Tionghoa, angka 4 menjadi angka yang dihindari.
Sebab, dalam bahasa Mandarin, angka 4 memiliki pelafalan yang sama dengan kata 'mati'.
3. Tidak Boleh Diisi Nomor Ganjil
Selain melarang angka 4, amplop angpau juga tidak boleh diisi dengan bilangan ganjil.
4. Tidak Boleh Dititipkan
Menurut tradisi, angpao harus diberikan langsung kepada penerima.
Pemberian angpau tidak diperbolehkan dengan perwakilan.
Jadi angpau tidak boleh dititipkan.
(Tribunnews.com, Widya)
Baca tanpa iklan