Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rapat Kerja di Komisi I DPR, Menlu Jelaskan Tema Keketuaan ASEAN 2023

Retno Marsudi menjelaskan tema yang diangkat Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Rapat Kerja di Komisi I DPR, Menlu Jelaskan Tema Keketuaan ASEAN 2023
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi rapat kerja di Komisi I DPR RI Jakarta, Senin (30/1/2023). Foto: tangkap layar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi menjelaskan tema yang diangkat Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023.

Untuk diketahui, Indonesia mengusung tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth pada Keketuan ASEAN 2023.

Retno menjelaskan ada dua elemen besar dari Keketuaan ASEAN.

Pertama yakni ASEAN Matters.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR RI, Senin (30/1/2023).

"Ini kaitannya dengan menjadikan ASEAN tetap relevan dan penting bagi masyarakat ASEAN dan dunia. Memastikan peran sentral ASEAN dan sebagai motor perdamaian serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Serta memperkokoh kapasitas dan efektivitas kerja ASEAN untuk hadapi tantangan masa depan," kata Retno di Ruang Rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Menteri Basuki Dampingi Presiden Jokowi Buka Kick Off Keketuaan ASEAN Indonesia 2023

Rekomendasi Untuk Anda

Elemen kedua dari tema Keketuaan Indonesia adalah epicentrum of growth.

Hal ini kaitannya dengan mempertahankan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan kawasan dan dunia.

Retno menjelaskan bahwa aejarah menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara melebihi laju pertumbuhan ekomomi dunia.

Adapun, lanjut Retno, Asian Development Bank memeprkirakan ekonomi Asia Tenggara tumbuh 4,7 pada tahun ini.

"Angka ini jauh di atas laju pertunbuhan ekonomi dunia yang hanya 1,7 persen menurut proyeksi terkahir dari Bank Dunia," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas