Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jadwal Puasa Ramadan 2023 Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Jadwal puasa Ramadan 2023 versi PP Muhammadiyah, NU, dan pemerintah. PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1444 H jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Jadwal Puasa Ramadan 2023 Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
vecteezy.com
Inilah jadwal puasa Ramadan 2023 versi PP Muhammadiyah, NU, dan pemerintah. PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1444 H jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023. 

Menurut PP Muhammadiyah, 1 Syawal 1444 H jatuh pada Jumat, 21 April 2023.

Sebab, ijtimak jelang Syawal 1444 H terjadi pada Kamis, 20 April 2023, pukul 11.15.06 WIB.

"Tinggi Bulan Pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta arta (f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT) = +01° 47¢ 58² (hilal sudah wujud)."

"Di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Bulan berada di atas ufuk," mengutip keterangan dalam surat tersebut.

Sehingga warga Muhammadiyah akan melaksanakan takbiran pada Kamis, 20 April 2023.

Sementara keesokan harinya, Jumat, 21 April 2023 pagi hari, salat Id digelar.

Berikut penetapan hasil hisab Ramadhan hingga Syawal 1444 H dari PP Muhammadiyah:

Rekomendasi Untuk Anda

- 1 Ramadan 1444 H jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023

- 1 Syawal 1444 H jatuh pada Jumat, 21 April 2023

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan pada 23 Maret 2023 dan Hari Raya Idul Fitri 21 April 2023

Jadwal Puasa Ramadan 2023 Versi NU dan Pemerintah

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1443 H yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemenag RI, Jumat (1/4/2022).
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1443 H yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemenag RI, Jumat (1/4/2022). (Tangkap layar kanal YouTube Kemenag RI)

Sementara untuk jadwal puasa Ramadan 2023 dari Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah -dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag)- belum diketahui.

Sebab dalam menetapkan awal puasa Ramadan antara PP Muhammadiyah, NU, dan Kemenag, menggunakan metode yang berbeda.

Muhammadiyah memakai metode Hisab hijab wujud al-hilal dalam penentuan awal puasa Ramadan.

Yaitu metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan, bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhinya tiga parameter.

Tiga parameter ini adalah telah terjadi konjungsi atau ijtimak; ijtimak =terjadi sebelum matahari terbenam; dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas