Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Populer Nasional: Kilas Balik Kasus Sambo hingga Sidang Vonis Hari Ini - Pencarian Pilot Susi Air

Berita populer nasional Tribunnews.com: Kilas balik kasus Ferdy Sambo hingga sidang vonis hari ini, pencarian pilot Susi Air.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Populer Nasional: Kilas Balik Kasus Sambo hingga Sidang Vonis Hari Ini - Pencarian Pilot Susi Air
TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Senin (13/2/2023) hari ini akan membacakan putusan vonis terhadap para terdakwa. Apakah Ferdy Sambo akan menerima hukuman seumur hidup? Berita populer nasional Tribunnews.com: Kilas balik kasus Ferdy Sambo hingga sidang vonis hari ini, pencarian pilot Susi Air. 

2. Cari Pilot Susi Air, Anggota Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gunakan Alat Lacak Digital Milik Polri

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (dok.)

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mendorong aparat keamanan menggunakan alat digital milik Polri untuk mendeteksi keberadaan pilot pesawat Susi Air, Kapten Philips Max Marthin, yang hilang kontak di Papua.

Keberadaan Kapten Philips Max Marthin masih belum diketahui pasca-pembakaran pesawat Susi Air yang dilakukan di Bandara Distrik Paro, Nduga, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dalam rangka melacak geberadaan sang pilot, Sukamta mengatakan alat pelacak digital milik Polri bisa digunakan.

Baca juga: Jelang Vonis Ferdy Sambo: Ini Kronologi Pembunuhan Brigadir J, Peran Para Terdakwa & Daftar Tuntutan

Alat digital tersebut menurut Sukamta pernah diungkapkan Menkopolhukam Mahfud MD.

Diketahui, MenkoPolhukam, Mahfud MD, beberapa waktu lalu cukup antusias ketika Polri mampu melacak dan menemukan keberadaan seorang Tenaga Kerja Wanita yang sedang dalam kesulitan di Arab Saudi.

TKW tersebut mendapat perhatian serius dari Mahfud MD saat yang bersangkutan menceritakan kondisinya di Arab Saudi melalui saluran video YouTube.

Rekomendasi Untuk Anda

Mahfud MD sangat antusias dengan kecanggihan alat digital milik Polri yang bisa menemukan TKW/PMI asal Indonesia di Arab Saudi.

Baca selengkapnya >>>

3. Pengamat Sebut Isu Utang Rp 50 Miliar Anies Baswedan Bagian dari Serangan Sporadis Politik

Anies Baswedan saat hadir dalam siniar Merry Riana yang ditayangkan pada Jumat (10/2/2023).
Anies Baswedan saat hadir dalam siniar Merry Riana yang ditayangkan pada Jumat (10/2/2023). (Tangkap layar YouTube Merry Riana)

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai terkuaknya hutang Rp 50 miliar Anies Baswedan merupakan bagian dari serangan sporadis politik.

Menurut Adi, isu tersebut mencuat setelah sebelumnya bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan itu dikritik tidak pamitan kepada Prabowo Subianto.

"Saya kira soal 50 miliar itu adalah bagian dari serangan sporadis politik ke Anies karena sebelumnya yang bersangkutan dikritik sebagai orang yang tidak pamitan ke Prabowo Subianto untuk maju Pilpres," kata Adi kepada Tribunnews.com, Minggu (12/2/2023).

Adi melanjutkan sejumlah elite Gerindra terlihat tidak suka dengan Anies Baswedan yang sebelumnya berjuang bersama di Pilkada DKI justru maju Pilpres 2024 bersama NasDem.

"Kalau dilihat rata-rata ada sejumlah elite Gerindra sepertinya sebal dengan Anies yang dulu sempat mereka usung, sempat berjuang bersama di Pilkada DKI Jakarta."

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas