Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Nusron Wahid Ingatkan Pertamina: Selain Plumpang, TBBM Samarinda juga Dekat Pemukiman

Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid mengingatkan, depo milik Pertamina yang berdekatan dengan area pemukiman tak hanya ada di ibu kota. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Nusron Wahid Ingatkan Pertamina: Selain Plumpang, TBBM Samarinda juga Dekat Pemukiman
ist
Anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid. Nusron Wahid mengingatkan, depo milik Pertamina yang berdekatan dengan area pemukiman tak hanya ada di ibu kota. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Depo Pertamina Plumpang di Koja, Jakarta Utara, kini menuai sorotan usai terjadi kebakaran hebat yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan membuat puluhan lainnya luka-luka. 

Muncul pertanyaan mengapa tempat penampungan bahan bakar minyak (BBM) itu berada sangat dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga api sangat cepat menyambar ke rumah warga dalam kebakaran yang terjadi pada Jumat (3/3/2023) malam. 

Namun, Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid mengingatkan, depo milik Pertamina yang berdekatan dengan area pemukiman tak hanya ada di ibu kota.

Baca juga: Pertamina Belum Nyatakan Status Depo Plumpang Clear Area, Tim Puslabfor Polri Belum Bisa Olah TKP

Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik Pertamina di Samarinda, Kalimantan Timur, juga sangat berdekatan dengan pemukiman warga. 

"Terminal BBM di Samarinda juga ada di kawasan penduduk dan rentan terjadinya kebakaran," kata Nusron, Minggu (5/3/2023).

Depo BBM Pertamina di Samarinda itu terletak di Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam Ulu, Kec. Sungai Kunjang, Kota Samarinda. 

Depo itu berukuran cukup besar dan dapat menampung 10.000 kiloliter Solar, 7.000 kiloliter Premium, dan 2.000 kiloliter Pertamax. 

Rekomendasi Untuk Anda

Area kanan dan kiri depo itu berbatasan langsung dengan rumah warga di pemukiman yang cukup padat. 

Baca juga: Pengelola RPTRA Sebut Pengungsi Depo Pertamina Plumpang Kekurangan Obat-obatan

Nusron menyebut, pemerintah dan warga setempat sebenarnya sudah sadar bahwa keberadaan depo di tengah pemukiman itu sangat membahayakan. 

"Bahkan Gubernur Kaltim pada tahun 2010 dan 2011 sudah pernah kirim surat ke Dirut Pertamina agar direlokasi," katanya. 

Gubernur Kalimantan Timur saat itu, Awang Faroek Ishak, meminta agar Pertamina merelokasi tempat penampungan BBM itu ke kecamatan Palaran. 

Bahkan, Gubernur dalam surat itu juga menyatakan, pemprov siap untuk membantu memfasilitasi lahan yang diperlukan untuk pembangunan depo baru. 

Namun, sayangnya tak pernah ada tindak lanjut dari Pertamina terkait hal itu. 

"PT Pertamina seolah abai dan enggan memikirkan keselamatan warga di sekitar depo," kata Nusron. 

Dengan adanya kejadian memilukan di depo Pertamina Plumpang ini, maka Nusron pun berharap jajaran direksi Pertamina bisa tergerak. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas