Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

IFF Soroti Kualitas Pendidikan Indonesia yang Masih Minim

Pendiri INADATA Elwin Tobing menyatakan salah satu tantangan selama 25 tahun ke depan bagi bangsa Indonesia adalah perubahan teknologi yang cepat.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in IFF Soroti Kualitas Pendidikan Indonesia yang Masih Minim
Istimewa
Suasana diskusi Indonesia Future Forum yang digelar di Jakarta, Rabu (15/3/2023). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri INADATA Elwin Tobing menyatakan salah satu tantangan selama 25 tahun ke depan bagi bangsa Indonesia adalah perubahan teknologi yang cepat.

Sedangkan, katanya, keterampilan yang dimiliki umumnya warga negeri ini cepat usang. Knowledge peradaban pun belum terbangun dengan baik.

"Salah satu problem kita dalam menghadapi tantangan masa depan adalah minimnya pusat quality education," ujar Elwin dalam acara Indonesia Future Forum (IFF) yang digagas INADATA di Jakarta, Rabu (15/3/2023).

"Rasionya, 1 PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Indonesia mengakomodir sampai 3,2 juta penduduk di Indonesia, sedangkan di Amerika, 1 PTN untuk 204 ribu orang. Sedangkan, 1 PTS di Indonesia mengakomodir 90 ribu penduduk di Indonesia, sedangkan di Amerika 1 PTS untuk 89 ribu orang," kata Elwin.

Masa depan Indonesia menurut Elwin sangat ditentukan dari pemahaman manusia Indonesia terhadap dinamika Indonesia sekarang.

Selain itu, lanjut Elwin, bagaimana merekonstruksi fondasi dan pengembangan Indonesia ke masa depan, baik dalam tataran gagasan dan realisasi tindakan juga menentukan masa depan bangsa.

"IFF perdana ini fokus dalam bidang yang sangat esensial dan krusial terhadap masa
depan Indonesia, modal manusia Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan sama, Wali Kota Samarinda Andi Harun memaparkan kekayaan di dunia ini hanya dikuasai segelintir orang.

Hal ini dikarenakan adanya oligarki yang menguasai perekonomian dunia.

Gambaran serupa juga terjadi di Indonesia.

Hal ini, menurut Andi, bisa menghambat kemajuan aset terpenting bagi bangsa ini dalam menjawab tantangan masa depan, yakni modal manusia.

"Sehingga, redistribusi kekayaan nasional ini adalah hal penting, agar kualitas kesejahteraan warga bisa merata, sehingga mampu menjawab tantangan masa depan," ujar Andi.

Sementara Athor Subroto, Direktur SKSG Universitas Indonesia menyatakan bangsa ini dibelit berbagai persoalan yang kemungkinan belum terselesaikan, bahkan terulang di masa depan.

Baca juga: Wacana Capres-Cawapres Debat di Kampus, Pengamat: Biar Publik Tahu Bobot Para Kandidat

Athor menyebut persoalan perpajakan yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan menjadi salah satu persoalan yang berpotensi terulang di masa depan.

Demikian juga dengan persoalan pelayanan kesehatan yang kemarin sempat disinggung Presiden Jokowi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas