Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usai Diperiksa KPK, Rafael Alun Trisambodo Bantah Akan Kabur ke Luar Negeri

Rafael memastikan kabar yang mengatakan dirinya akan kabur ke luar negeri tak bisa dipertanggungjawabkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Usai Diperiksa KPK, Rafael Alun Trisambodo Bantah Akan Kabur ke Luar Negeri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/3/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo angkat bicara terkait pemeriksaannya pada Jumat (24/3/2023) kemarin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lembaga antirasuah itu memeriksa Rafael Alun dalam rangka penyelidikan.

Melalui keterangan tertulis, Rafael Alun menyebut dirinya tak ada niat untuk kabur ke luar negeri.

"Tak ada sedikit pun niat saya untuk kabur ke luar negeri, untuk pergi dari sini (Indonesia, Red)," kata Rafael Alun, Sabtu (25/3/2023).

Baca juga: KPK Pastikan Tuntaskan Penyelidikan Kasus Rafael Alun Trisambodo

Pada Jumat kemarin merupakan kali kedua Rafael Alun diperiksa di KPK berkaitan hartanya.

Rafael Alun tak sendiri, dia bersama dengan sang istri.

Rekomendasi Untuk Anda

Rafael memastikan kabar yang mengatakan dirinya akan kabur ke luar negeri tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Tidak benar kabar soal itu (kabur ke luar negeri, Red). Saya selalu hadir saat diminta keterangan oleh KPK dan Inspektorat Jenderal Kemenkeu untuk mengklarifikasi harta saya," kata dia.

Tak hanya itu, Rafael Alun berkeberatan jika dirinya disangkakan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dia mengklaim selalu melaporkan kepemilikan harta dan sumber pendapatan serta dapat menjelaskan asal usul perolehan harta tersebut.

Rafael menyebut keterangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait pemblokiran rekening konsultan pajak karena diduga membantunya melakukan TPPU adalah tak masuk akal dan anggapan sepihak tanpa dasar.

"Saya tidak pernah menggunakan jasa konsultan pajak. Jika memang diduga ada bantuan dari konsultan pajak mohon dijelaskan bantuannya seperti apa?" kata Rafael.

Terkait hartanya yang kini tengah diusut oleh KPK, Rafael merasa tak habis pikir.

Pasalnya, dia selalu melaporkan harta kekayaannya sejak 2011.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas