Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Kartini Diperingati Tanggal 21 April, Simak Sejarahnya Berikut Ini

Hari Kartini diperingati diperingati tanggal 21 April, Kartini adalah pahlawan perempuan yang memiliki peran penting di Indonesia, berikut sejarahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Kartini Diperingati Tanggal 21 April, Simak Sejarahnya Berikut Ini
freepik.com
Ilustrasi Hari Kartini - Hari Kartini diperingati diperingati tanggal 21 April, Kartini adalah pahlawan perempuan yang memiliki peran penting di Indonesia, berikut sejarahnya. 

R.A Kartini juga gemar membaca buku-buku kebudayaan Eropa seperti buku karya Louis Coperus yang berjudul Des Stille Kraacht.

Kartini selalu berkirim surat dengan salah satu sahabat penanya yang merupakan orang keturunan Belanda, Rosa Abendanon.

Kegemarannya dalam membaca buku, membuat wawasan Kartini menjadi lebih terbuka.

Raden Ajeng Kartini - Habis Gelap Terbitlah Terang
Raden Ajeng Kartini - Habis Gelap Terbitlah Terang (Kemdikbud.go.id)

Baca juga: Kartini Fitri 2023: Raya Wastra Nusantara, Ajang untuk Memanggungkan Karya Lokal Indonesia

Kemudian muncul pemikiran ingin memperjuangkan haknya sebagai perempuan.

Baginya, seorang wanita juga perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Kartini mulai memberi perhatian lebih pada adanya gerakan emansipasi wanita.

Setelah resmi menikah dengan Bupati Rembang bernama KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tahun 1903, Kartini memutuskan untuk mendirikan sekolah sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mendirikan sekolah wanita dengan tujuan untuk memberikan kebebasan pendidikan bagi wanita pribumi.

Baca juga: Rieke Nilai Surat-surat Kartini Penting untuk Dijadikan Memori Kolektif Dunia

Tetapi sayangnya pada 17 September 1904, R. A Kartini wafat setelah melahirkan anak pertamanya Soesalit Djojoadhiningrat.

Surat-surat R.A Kartini menjadi peninggalan, surat tersebut menginspirasi banyak wanita Indonesia karena berisikan tentang perjuangannya mengenai status sosial hak para wanita pribumi.

Bukti perjuangan R.A Kartini tersebut kemudian disusun sebagai buku.

Buku tersebut dikenal dengan judul Door Duisternis tot Licht atau dalam bahasa Indonesia "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Sejarah perjuangan R.A Kartini hingga saat ini masih dikenang, terkhusus pada saat Hari Kartini 21 April.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)(Grid.id/Tata Lugas Nasiti)(Bobo.grid.id/Sarah Nafisah)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas