Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Raya Waisak 2567 BE Diperingati pada 4 Juni 2023, Simak Sejarah dan Link Twibbonnya

Hari Raya Waisak pada tahun ini jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023/2567 BE, berikut sejarah singkat perayaan Hari Raya Waisak dan link twibbonnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hari Raya Waisak 2567 BE Diperingati pada 4 Juni 2023, Simak Sejarah dan Link Twibbonnya
freepik.com
Ilustrasi Waisak - Hari Raya Waisak pada tahun ini jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023/2567 BE, berikut sejarah singkat perayaan Hari Raya Waisak dan link twibbonnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut sejarah singkat tentang perayaan Hari Raya Waisak, lengkap dengan Twibbonnya.

Hari Raya Waisak 2567 tahun ini jatuh pada besok Minggu, 4 Juni 2023.

Hari Raya Waisak masuk dalam daftar tanggal libur nasional di Indonesia.

Pemerintah menetapkan daftar hari libur nasional dan cuti bersama di tahun 2023 dalam Surat Keputusan Bersama yang telah ditandatangani oleh ketiga menteri yaitu Menteri Agam Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas.

Dikutip dari bbc.co.uk, Waisak menjadi hari lahir Buddha, Hari Raya Waisak adalah hari suci bagi seluruh umat Buddha.

Bagi sebagian umat Buddha, hari Waisak merupakan hari yang penting, yaitu ketika mereka menemukan makna hidup.

Baca juga: Rangkaian Acara Hari Raya Waisak 2567 BE 2023 di Candi Borobudur, Magelang

Sejarah Hari Raya Waisak

Rekomendasi Untuk Anda

Pada awalnya, umat Buddha tidak percaya pada Tuhan yang menciptakan dunia dan seisinya.

Mereka percaya pada adanya ajaran seorang pria bernama Siddhartha Gautama yang juga dikenal sebagai Buddha.

Melansir bbc.co.uk, Siddhartha Gautama diyakini sebagai pangeran yang lahir dari keluarga kaya di tempat yang sekarang disebut Nepal pada abad ke-5 SM.

Siddhartha Gautama menyadari bahwa kekayaan dan kemewahan tidak menjamin kebahagiaan.

Maka ia melakukan perjalanan sebagai orang suci tunawisma untuk belajar lebih banyak tentang dunia dan melihat penderitaan di dunia.

Setelah enam tahun belajar dan bermeditasi dalam perjalanannya, dia menjadi sadar secara spiritual dan mencapai tujuannya untuk menemukan makna dalam hidup dan ini disebut sebagai sebuah pencerahan.

Baca juga: Sejarah Hari Raya Waisak atau Tri Suci Waisak 2567 BE 2023, Beserta Tema Perayaannya

Pada saat ini, dia menjadi Buddha dan selama sisa hidupnya dia mengajari para pengikutnya tentang pengalamannya.

Buddha dimaknai sebagai gelar, bukan nama, yang berarti yang tercerahkan atau yang telah bangkit.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas