Bahaya Penyakit Antraks, Simak Gejala pada Manusia dan Hewan
Antraks umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, yang dapat menular ke manusia.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Antraks atau anthrax adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.
Antraks umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, yang dapat menular ke manusia.
Bakteri penyebab antraks apabila berkontak dengan udara akan membentuk spora yang sangat resisten terhadap kondisi lingkungan dan bahan kimia tertentu.
Spora ini dapat bertahan sampai lebih dari 40 tahun di tanah.
Spora Antraks dapat menular ke hewan ternak dan manusia bisa terinfeksi jika mengonsumsi hewan ternak tersebut dan dapat langsung masuk ke tubuh manusia lewat luka pada tubuh.
Baca juga: Kemenkes Beberkan 4 Jenis Antraks, Gejalanya Mirip Tapi Beda Titik Munculnya
Tanda atau Gejala Antraks pada Manusia
Dikutip dari Dinas Kesehatan Hewan Provinsi NTB, gejala klinis antraks pada manusia ada 3 bentuk, yakni:
1. Bentuk kulit
Bersifat lokal, timbul bungkul merah pucat (karbungkel) yang berkembang jadi kehitaman dengan cairan bening berwarna merah.
Bungkul dapat pecah dan jadi koreng.
Bungkul berikutnya mucul tegang, bengkak dengan warna merah tua pada kulit sekitarnya.
2. Bentuk Pernafasan
Sesak nafas didaerah dada, bantuk, demam (tidak terlalu tinggi) dapat menyebabkan kematian jika penderita hebat (dyspone disertai sionosis).
3. Bentuk pencernaan (Gastroin Testinal)
Nyeri bagian perut, demam dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan kematian akibat septicemia.
Baca juga: Kasus Antraks di Gunungkidul, Anggota DPR Vita Ervina Desak Pemerintah Tetapkan Status KLB