Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JK Tanggapi Menpora Dito Ariotedjo Terseret Kasus Korupsi BTS

Politikus senior Golkar, Jusuf Kalla (JK) menanggapi nama kader Golkar yang juga Menpora Dito Ariotedjo terseret kasus korupsi tower BTS BAKTI KOMINFO

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in JK Tanggapi Menpora Dito Ariotedjo Terseret Kasus Korupsi BTS
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK). Politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) menanggapi nama kader Golkar yang juga Menpora RI Dito Ariotedjo terseret kasus korupsi tower BTS 4G BAKTI Kominfo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) menanggapi nama kader Golkar yang juga Menpora RI Dito Ariotedjo terseret kasus korupsi tower BTS 4G BAKTI Kominfo.

Ia menyatakan bahwasanya kasus yang menjerat Dito Ariotedjo merupakan urusan hukum.

"Itu kan urusan hukum lah," kata JK saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/10/2023). 

Lebih lanjut, JK menyatakan dirinya menghormati proses hukum yang tengah dijalani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

"Kita hormati hukum," tandasnya.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan kadus tower BTS 4G BAKTI Kominfo mengajukan nama Menpora Dito Ariotedjo untuk menjadi saksi. 

Permintaan itu dilayangkan jaksa penuntut umum saat Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyidangkan tiga terdakwa, yakni: Johnny G Plate, Anang Achmad Latif, dan Yohan Suryanto. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami meminta Yang Mulia, kami mengajukan semacam permohanan untuk diajukan sebagau saksi di luar persidangan Yang Mulia, sebagai saksi di luar perkara ini," kata jaksa penuntut umum dalam persidangan Selasa (3/10/2023) di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

"Sebutkan siapa orangnya pak biar jelas siapa yang dipanggil?" kata Hakim Ketua, Fahzal Hendri. 

"Satu orang ini pak, Ario Bimo Nandito Aritedjo," ujar jaksa. 

Persidangan dengan Dito Ariotedjo sebagai saksi pada akhirnya diagendakan untuk pekan depan, Rabu (11/10/2023). 

Sebabnya, jaksa penuntut umum memiliki waktu untuk menghadirkannya. 

Selain itu, Hakim Ketua juga berhalangan untuk bersidang pada Selasa (10/10/2023). 

"Ario Bimo Nandito Ariotedjo ya. Tanggal, kami belum musyarwarah pak, bisa enggak tanggal 11 saja?" ujar Hakim Fahzal. 

"Kami menyesuikan, Yang Mulia," kata jaksa lagi. 

Baca juga: Nama Dito Ariotedjo Muncul dalam Sidang Korupsi BTS 4G, Disebut Terima Aliran Uang Rp 27 Miliar

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas